Fokuscilacap.com, Kesugihan – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Cilacap saat ini sedang menanti realisasi anggaran atas putusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) untuk pelaksanaan Pilkada 2017. Pasalnya, KPU Cilacap sudah dua kali menggodok anggaran tersebut dan saat ini, KPUD Cilacap mengajukan anggaran sebesar Rp 38,5 miliar.

Anggota KPUD Cilacap, Ahmad Kholil mengungkapkan, bahwa anggaran sebesar itu untuk penyelenggaraan kontestasi politik di wilayah barat hingga selatan Kabupaten Cilacap di Jawa Tengah. Bahkan anggaran itu juga sudah melalui dua kali revisi. Karena sebelumnya, dia mengemukakan anggaran penyelenggaraannya jauh lebih tinggi. “Anggaran sebelumnya sekitar 44,9 miliar dan kemudian Rp 52 miliar. Sedangkan yang diajukan saat ini merupakan hasil revisi ketiga yang kami lakukan bersama-sama,” kata Ahmad, kepada Halloapakabar.com di kediamannya, Wilayah kesugihan, Cilacap, Rabu (23/3).

Revisi tersebut, kata Ahmad, mempertimbangkan jumlah calon dalam pilkada. Kemudian jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan biaya kampanye. Kata dia, calon bupati Cilacap diperkirakan berjumlah lima orang dari yang tadinya diprediksi enam calon.

“Kalau jumlah calon, tadinya ada enam (yang akan maju) sekarang menjadi lima. Jumlah TPS juga berkurang hampir seratusan. Kemudian, fasilitasi kampanye juga ikut berkurang,” ungkapnya.

Menurutnya, KPUD Cilacap berharap ketuk palu anggaran pilkada bisa diputuskan dalam waktu dekat. Sehingga, tak terlalu lama mempertimbangkan tahapan pilkada.
Karena, dari informasi yang dihimpun, sejumlah bakal calon Bupati Cilacap sudah mendaftar ke partai politik, termasuk bupati yang menjabat saat ini, Tatto Suwarto Pamuji mendaftar lewat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Selain itu, Wakil Bupati Cilacap saat ini, Akhmad Edi Susanto dan Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat juga berniat maju dalam ajang kontestasi politik daerah tersebut. Dari nama-nama yang muncul di permukaan, setidaknya ada empat tokoh yang muncul ke permukaan sebagai Calon Bupati melalui jalur partai politik, yakni Bupati petahana (incumbent), H. Tatto Suwarto Pamuji, Wakil Bupati Cilacap, H. Ahmad Edi Susanto, MT, Mantan Ketua DPRD Cilacap, H. Fran Lukman, Sos. M.M., dan Kepala Desa Slarang, Edi Sakimun.

Sementara dari jalur perseorangan, setidaknya ada dua nama tokoh yang tengah mengumpulkan dukungan melalui KTP, yakni Ketua Presidium Pemekaran Cilacap Barat, H. Bambang Suharto, dan tokoh muda Cilacap, Edi Siswanto,  yang lebih dikenal dengan Bos Edi.

Sementara untuk tokoh yang diprediksi akan mengikuti kontestasi dalam Pilkada Tahun 2017 srbagai Calon Wakil Bupati, setidakbya muncul empat nama yang ramai diperbincangkan dan mengemuka di media massa, yakni Ketus DPC PKB Cilacap, H. Ahmad Muslikhin, SH. M.Si., Ketua Koalisi Perempuan Indonesia, Ny. Hj. Hanifah Muyassaroh, M.Si., Mantan Ketua Koperasi Jamu Aneka Sari, H. Yahya Karomi, SH.

Selain itu ada lagi, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Cilacap, yang juga mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cilacap, Moh. Taufiq Hidayattulloh, S.Ag. Keempat tokoh tersebut diajukan oleh DPC PKB Cilacsp, dan merupakan aktifis Nahdlatul Ulama Cilacap. (pri/fkc)