Fokuscilacap.com, Jakarta – Sebelum menikah Lulu Tobing dan Danny Bimo Hendro Utomo sudah tiga belas tahun saling kenal. Saat itu keduanya masih duduk di Sekolah Menengah Atas. Danny di SMA 81 Jakarta, Lulu Tobing di SMEA Tarakanita Jakarta.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, sejak berkenalan di sebuah kafe, Lulu dan Danny berteman baik. Namun, hubungan merenggang setelah Danny melanjutkan kuliah di Mount Ida College, Boston, Amerika Serikat.

Selepas SMA, Lulu Tobing makin menyeriusi kariernya di dunia akting. Karier Lulu Tobing melambung cepat setelah bermain di sinetron Tersanjung bersama Ari Wibowo. Lantaran kesibukan, komunikasi nyaris putus. Sampai akhirnya mereka dipertemukan kembali di sebuah bengkel di Jakarta pada 2002.

Saat itu, Lulu yang baru putus dengan Ari Wibowo dikabarkan tengah dekat dengan pembalap muda Ananda Mikola. Namun, itu tak menghalangi Danny untuk mengenal Lulu lebih dekat. Usaha Danny membuahkan hasil. Hati Lulu luluh oleh pribadi Danny yang apa adanya. Mereka pun berpacaran.

Layaknya pasangan yang belum lama pacaran, kisah cinta mereka juga diwarnai pasang surut. Ya, maklum saja, karakter mereka bertolak belakang. Lulu menilai Danny sebagai sosok pria yang cukup sabar dan bisa mengimbangi sifatnya yang manja dan keras.

“Dia juga cukup dewasa. Seimbanglah sifat kami berdua. Jadi bisa saling melengkapi,” kata Lulu yang lahir di Cilacap, 21 November 1977 ini seraya tersenyum. “Lulu orangnya baik, pengertian, juga bisa saling menutupi kekurangan satu sama lain,” sambung Danny sambil melirik Lulu.

Kendati sifat berbeda, itu tak menjadi penghalang bagi mereka untuk melanjutkan hubungan. “Kalau konflik-konflik kecil biasalah, orang berpacaran,” celetuk Lulu. “Kami menjalani hubungan tiga tahun delapan bulan sebelum akhirnya memutuskan menikah,” jelas Lulu, bungsu dari empat bersaudara pasangan Basaruli Tobing – Annie Rosniar ini.

Mengingat profesi yang berbeda, terlebih Lulu seorang artis, Danny mengaku bisa memaklumi profesi yang ditekuni Lulu. Begitu juga sebaliknya. “So far sih kami nggak ada masalah, karena sama-sama mau mengerti profesi dan mengenal pribadi masing-masing. Jadi nggak ada yang perlu ditakuti,” kata Lulu Tobing.

Lulu Tobing menuturkan, selama proses pacaran tak ada kendala berarti. “Semua berjalan dengan baik, mulus. Kami bisa menempatkan diri masing-masing. Semua berproses. Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada masalah. Termasuk dengan suku atau adat kami yang berbeda,” tandas Lulu Tobing. (ndi/fkc)