Fokuscilacap.com, Majenang – Kepolisian Sektor Majenang, Polres Cilacap bersama masyarakat Majenang bertindak cepat menanggulangi bencana banjir yang melanda beberapa desa di Kecamatan Majenang.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Fokuscilacap.com mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak hari Sabtu kemarin hingga hari ini, Selasa (29/11/2016). Dampaknya, satu tanggul di Sungai Cikawung jebol.

“Kami berkordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy untuk dapat segera ada penanganan darurat terhadap tanggul sungai Citanduy yang jebol,” ujar Kapolres Cilacap AKBP Yudo Hermanto SIK melalui Kapolsek Majenang AKP Fuad SH.

Kapolsek menjelaskan akibat Jebolnya tanggul sungai Citanduy yang berada di desa Karangreja Kecamatan Cimanggu sekitar 180 hektare area persawahan di empat desa yakni Desa Padangsari, Desa Mulyasari, Desa Mulyadadi dan Desa Pahonjean Kecamatan Majenang terendam air.

Bukan hanya sawah, tanaman padi berusia 10 hari juga ikut terendam banjir. Masih menurut Kapolsek setidaknya 63 rumah 267 jiwa terdampak banjir.

Di kawasan tersebut, rata-rata ketinggian banjir antara 10-60 centimeter. Untungnya, tak ada korban jiwa karena banjir. Hingga Selasa ini, warga masih bertahan di rumah masing-masing.

“Kami bersama masyarakat sudah menyediakan tempat pengungsian yang disediakan di balai desa jika ada warga yang mengungsi,” tandas kapolsek.

Sebelumnya, banjir melanda Desa Pahonjean dan Mulyadadi. Kini banjir melanda Desa Mulyasari, Padang Maya, Padang Sari, Cilopadang dan Mulyadadi, Kecamatan Majenang.

Saking derasnya hujan maka terjadi luapan debit air sungai Cilopadang dan sungai Cilumeuh yang menyebabkan jebolnya tanggul sungai yang terletak di dusun Sidamulya, desa Mulyadadi.

Akibat dari jebolnya tanggul beberapa rumah mengalami kerusakan yang cukup parah akibat tergerus air yang sangat deras. Atas kejadian itu, masyarakat juga diungsikan ke rumah warga yang relatif cukup aman dan Masjdi di dusun tersebut.

Menurut Sekdes Mulyadadi, total kerugian untuk desa tersebut mencapai Rp.500 Juta. Hingga saat ini penanganan dan pendataan kerugian akibat banjir terus dilakukan oleh BPBD kab Cilacap. (alx/fkc)