Fokuscilacap.com, Cilacap – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cilacap, baru baru ini menggelar razia di berbagai tempat hiburan di Kabupaten Cilacap. Dalam razia tersebut, petugas BNNK yang melakukan razia bersama petugas Sub Den POM Cilacap, mendapatkan 2 orang terbukti telah mengonsumsi narkoba.

Tak hanya itu, dalam razia tersebut, petugas juga mendapatkan 11 orang Warga Negara Asing berkebangsaan Cina, sedang berada di tepat hiburan tanpa membawa dokumen identitas. “Mendapatkan 11 warga negara asing tanpa dilengkapi paspor atau dokumen identitas lainnya, kami langsung berkoordinasi dengan Imigrasi Cilacap,” jelas Kepala BNNK Cilacap, Edy Santosa, Jumat (29/12/2016).

Menurutnya, ke-11 warga negara Cina tersebut ditemukan berada di tempat hiburan karaoke Executive Club Kota Cilacap. Saat itu, salah saorang warga negara Cina yang bisa berbahasa Indonesia sempat menyatakan akan menyerahkan fotocopy paspor danĀ  Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas).

“Namun karena ini kewenangan pihak imigrasi, untuk selanjutnya masalah penanganan mereka kami serahkan ke kantor imigrasi Cilacap. Seharusnya, sebagai warga negara asing mereka tidak sampai tidak membawa paspor. Kemana pun mereka berada di wilayah Indonesia, harus membawa paspor,” jelasnya.

Berdasarkan informasi, ke-11 warga negara asing yang ditemukan berada di tempat hiburan karaoke tersebut, merupakan warga negara Cina yang bekerja di PLTU Karangkandri Cilacap. Saat ini, di Cilacap memang sedang dilaksanakan pembangunan PLTU Ekspansi Fase II yang dikerjakan investor asal Cina.

Proyek PLTU Ekspansi Fase II tersebut, merupakan kelanjutan dari proyek PLTU Fase I berkapasitas 2×300 MW dan PLTU Jateng I 1×660 MW yang sudah beroperasi. Proyek PLTU Ekspansi Fase II yang dibangun dengan biaya 1,5 miliar dolar AS ini, akan mampu menghasilkan daya listrik sebesar 1 kali 1.000 MW. Pembangunan PLTU tersebut direncanakan akan berlangsung hingga pertengahan tahun 2019.

Mengenai pelaksanaan razia yang dilaksanakan BNNK Cilacap, Edy menyatakan, dalam razia tersebut terjaring 157 orang yang kemudian dilakukan tes urine. Dari hasil tes, diketahui ada dua orang yang positif telah mengonsumsi narkoba karena urinnya mengandung Methametamin. “Kedua orang yang positif ini, merupakan dua orang perempuan pemandu lagu di dua lokasi tempat hiburan yang terpisah,” jelasnya.

Terhadap kedua orang tersebut, Edy menyatakan akan melakukan pendalaman lebih lanjut. Menurutnya, razia tes urine yang dilakukan pihaknya, dalam upaya menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Cilacap. “Terutama saat menjelang pergantian malam tahun baru seperti sekarang, karena bukan tidak mungkin pesta tahun baru dirayakan dengan mengonsumsi narkoba,” jelasnya. (nis/fkc)