Fokuscilacap.com, Cilacap – Lelang paket Binamarga propinsi Jawa Tengah, paket Sidareja – Cukang Leuleus kabupaten Cilacap yang dimenangkan PT Hutama Prima dengan nilai kontrak Rp. 6.440.004.648 disinyalir melanggar peraturan menteri No. 31 tahun 2015.

Hal tersebut dijelaskan Warsito, persoalan yang ada terkait sub kualifikasi bidang dalam SBU, sub bidang jalan milik PT Hutama Prima adalah si 003 kualifikasi B1.

“Terkait tentang surat edaran menteri PU no 11 tahun 2016 tentang tata cara penetapan persyaratan klasifikasi bidang, tentang tata cara penetapan persyaratan klasifikasi bidang dan kualifikasi usaha dalam dokumen pengadaan pekerjaan konstruksi dan jasa konsultasi konstruksi, bahwa paket pekerjaan dengan nilai Rp 2,5 milyar sampai dengan Rp 50 milyar disyaratkan SBU sub kualifikasi bidang pekerjaan dan kode sub klasifikasi bidang pekerjaan yang diperlukan yang memiliki sub kualifukasi usaha M1 maupun sub kualifikasi M2,” papar Warsito Pemerhati konstruksi jalan ini.

Menurutnya banyak dugaan melanggar Permenpu 31/PRT/M/2015 tentang standar dan pedoman pengadaan pekerjaan kontruksi dan jasa kontruksi pasal 6 D ayat 5.

Pasal tersebut menjelaskan bahwa paket pekerjaan konstruksi dengan nilai diatas Rp 2,5 milyar sampai dengan Rp 50 milyar dipersyaratkan hanya untuk pelaksana konstruksi dengan kualifikasi usaha menengah yang kemampuan dasarnya (KD) memenuhi syarat.

“Paket pekerjaan konstruksi sebagaimana dimaksud ayat 5 tersebut dapat dikerjakan oleh penyedia jasa dengan kualifikasi besar apabila tidak ada penyedia jasa dengan kualifikasi menengah,” terang Warsito.
(ags/fkc)