Fokuscilacap.com, Kesugihan – Pada saat ini tindakan korupsi di Indonesia semakin hari semakin berkembang. Sementara itu, berbagai media massa baik media elektronik maupun media cetak lebih asik membuat berita prilaku Korupsi. Hal itu seakan menjadi yang luar biasa dan menarik untuk di beritakan.

Panitia Diskusi Korupsi yang juga di daulat sebagai pembicara dari Akademisi dan Dosen Ekonomi Unugha Prio Anggoro mengatakan, adanya diskusi tersebut, karena melihat penomena masa lalu Cilacap yang selalu menghasilkan para peminpin korup. Apalagi virus korupsi di Indonesia sudah menyerang seluruh kalangan pejabat dari level tertinggi tingkat negara sampai dengan tingkat RT/ RW. 

“Sebagai warga negara Indonesia, generasi muda dan penerus perjuangan bangsa, berbagai Organ Kampus di Cilacap Unugha dan IIAIG selau ikut andil paling tidak dapat menekan jumlah tindakan korupsi di Indonesia. Di mulai dari hal yang terkecil, yaitu disiplin dan jujur dalam segala hal,” ungkap Priyo, Jumat (24/3)

Menurutnya, dalam diskusi yang akan di gagas tanggal 9 Apri 2016 itu akan menghadirkan para pembicara yang berkelas untuk memberikan kritikan yang tajam terhadap para penyelengara negera dan para peserta pilkada, agar masyarakat mampu memilih peminpin yang anti korupsi dengan kecerdasannya.

“Para pembicara itu antara lain, Cilacap, Uchok Sky Khadafi (CBA) Pengamat Anti Korupsi & Analisis Keuangan, Ahmad Kholil Anggota KPU Cilacap, D. Roy Wijaya (KJPP) Analisis & Praktisi Media serta saya sendiri. Kegiatan diskusi juga didukung penuh oleh media Nasional di Group Hallo Media Network (HMN) dan yang hadir di Cilacap adalah Fokuscilacap.com,” jelas Prio.

Dengan diskusi tersebut, diharapkan akan adanya kesadaran rakyat untuk ikut memikul tanggung jawab guna melakukan partisipasi politik dan kontrol sosial, dalam Pilkada 2017 dengan tidak bersifat acuh tak acuh. Kesadaran rakyat dalam memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani yang dianggap paling baik dan tidak menerima suap merupakan salah satu langkah untuk menghindari adanya kasus korupsi.

“Atas dasar itu, semua organ kampus saya libatkan seperti BEM UNUGHA dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) untuk mengambil bagian sebagai penyelenggara kegiatan. Selain sebagai pemyelenggara, kelompok mahasiswa ini juga akan menjadi penggerak teladan anti korupsi, bersama masyarakat yang akan turut mengawasi jalannya pemerintahan dan menolak aparat yang mengajaknya berbuat menyimpang,” urainya.

Selain itu, kegiatan diskusi itu juga untuk menanamkan aspirasi nasional yang positif, yaitu mengutamakan kepentingan nasional. Karena penanaman nasionalisme sejak dini pada generasi penerus bangsa juga sangat diperlukan agar mereka mencintai bangsa dan negara indonesia diatas kepentingannya sendiri sehingga kelak jika menjadi pemimpin ia akan menjadi sesosok pemimpin yang memikirkan bangsa Indonesia diatas kepentingan pribadinya.

“Setelah pilkada usai saya berharap, para pemimpin dan pejabat terpilih bisa memberikan teladan, memberantas dan menindak korupsi. Karena para pemimpin saat ini yang ada di Cilacap kurang memberikan teladan yang baik bagi generasi penerus bangsa, yaitu sesosok pemimpin yang jujur, adil, dan anti korupsi, serta berupaya keras dalam membongkar dan memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku korupsi, bukan malah sebaliknya,” tandas Prio. (rma/evi/mus/fkc)