Fokuscilacap.com, Cilacap – Aliansi Mahasiswa Cilacap mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Cilacap non aktif Tatto S Pamuji, karena diduga telah melakukan serangkaian tindakan korupsi sejak dia menjabat sebagai Bupati.

Pasalnya, saat Aliansi Mahasiswa Cilacap menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung KPK di Jakarta pada Kamis (1/12/16) lalu, Bupati Cilacap non aktif yang kini mencalonkan kembali sebagai bupati Cilacap pada Pilkada 2017 mendatang, sedang menjalankan ibadah umroh bersama istri dan anaknya. KPK belum menunjukan keseriusannya dalam menangani kasus korupsi di Cilacap.

Saefurrochim dalam orasinya mengatakan KPK diminta segera menangkap bupati Cilcap. Dan, jika KPK tidak mampu menangkapnya, maka kehadiran KPK dianggap mandul. Mereka menyesal karena Bupati Cilacap tidak pernah tersentuh KPK. Padahal, nilai korupsi yang diperkirakan sangat besar.

“Kalau Bupati Cilacap saja tidak tersentuh, apalagi kasus Century. KPK jangan jadi Komisi Perlindungan Korupsi,” ungkapnya kepada wartawan di Cilacap, Senin (5/12/2016).

Mahasiswa menduga, Tatto sebagai Bupati Cilacap sudah banyak melakukan korupsi dan menyalahgunakan wewenang. Salah satunya adalah hasil temuan BPK terkait dengan bolongnya kas daerah senilai 7,5 Milyar yang sampai saat ini belum dituntaskan.

“Sehingga Cilacap mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian. Selain itu, pola penyaluran Bansos APBD juga terkesan dipaksakan. Banyak sekali penerima yang belum berbadan hukum, atau berbadan hukum tapi dengan nominal yang fantastis karena ada permainan, jauh dari kebutuhan yang sebenarnya, kemudian rotasi jabatan di beberapa BUMD seperti PDAM sarat dengan jual beli jabatan,” ungkapnya.

Menurutnya, selama Tato jadi Bupati, Cilacap tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum seperti KPK, padahal banyak sekali dugaan korupsi yang seharusnya bisa dituntaskan oleh penegak hukum. Mereka menilai penegakan hukum di Cilacap selama ini mandul dan terkesan tebang pilih. “Maka kami berharap banyak dari KPK untuk menuntaskan berbagai kasus,” tandasnya.

Menurut Saefurrochim, pihaknya sudah pernah melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Tinggi Jateng. Namun, sampai sekarang laporan tersebut belum ditindaklanjuti. Sebelumnya, beberapa LSM, termasuk ICW juga sudah melaporkan dugaan korupsi ini ke KPK dan belum juga mendapat respon seperti yang diharapkan.

Menurut Saefurrochim, penegak hukum masih tebang pilih dalam menegakkan hukum di Cilacap, sehingga apabila ada pejabat yang terindikasi kasus terkesan aman-aman saja, tidak ada tindak lanjut yang berarti. “Maka kami memberanikan diri datang ke Jakarta untuk melaporkan kasus-kasus yang belum tuntas ke KPK,” jelasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Fokuscilacap.com belum bisa mengkonfirmasi kepada Bupati non aktif, Tatto Suwarto Pamuji, karena masih menjalankan ibadah umroh.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung KPK menuntut kepada KPK untuk turun ke Cilacap. Karena Cilacap merupakan daerah yang sangat mengkhawatirkan tingkat korupsinya.

Mantan bupati Cilacap, Probo Yulastoro pun pernah tersandung kasus korupsi hingga kemudian ditahan. “Mungkin karena akses ke Cilacap susah menyebabkan penegak hukum pusat seperti KPK enggan mengungkap dugaan korupsi yang fantastis terjadi di Cilacap” ujar Saefurrochim.

Meski demikian, Mahasiswa tetap bertekad akan terus mengawal proses identifikasi KPK dalam mengungkap kasus-kasus korupsi di Cilacap. (pri/fkc)