Fokuscilacap.com, Jakarta – Gembong narkoba Freddy Budiman sudah dipindah ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Namun, Freddy kembali lolos dari eksekusi mati gelombang III.

Jaksa Agung M. Prasetyo memastikan semua gembong narkoba yang akan dieksekusi mati sudah berada di Nusakambangan. Tapi dia enggan membeberkan waktu pasti eksekusi terhadap pidana mati. “Freddy) sepertinya belum bisa di eksekusi,” ungkap, Rabu (27/4), seperti dikutip Halloapakabar.com.

Sampai hari ini, kata dia, tanggal eksekusi belum ditentukan. “Iya narkoba semua. Ya kita lihat nanti, saya belum bisa pastikan,” beber kader Nasdem ini.

Meski belum ditentukan waktunya, eksekusi mati diperkirakan akan dilakukan pada 7 Mei nanti di Nusakambangan. Tempat dua kali Kejaksaan melakukan eksekusi.

“Tempat yang paling tepat adalah Nusakambangan. Bagi yang di Nusakambangan prosesnya bisa lebih mudah. Tapi yang di tempat lain perlu dipertimbangkan untuk dibawa ke tempat eksekusi,” tegas dia.

Diketahui, terpidana mati Freddy Budiman menempati sel khusus di LP Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, mulai Sabtu 16 April kemarin. Sel yang ditempati Freddy merupakan bekas sel Abu Bakar Ba’asyir yang mulai bisa dihuni pada Februari lalu.

Masuknya Freddy ke Nusakambangan merupakan kali kedua setelah sebelumnya dia masuk 30 Juli 2013 silam. Kemudian pada 8 April 2015, Freddy dibon pinjam kepolisian karena diduga masih mengendalikan peredaran narkoba dari dalam penjara. Setelah itu, dia menempati sel di LP Gunung Sindur dan selanjutnya dipindahkan ke LP Pasir Putih. (jay/fkc)