Fokuscilacapa.com, Semarang – Perang dukungan para kandidat Calin Bupati dan Wakil Bupati Cilacap di Pilkada 2017 mendatang kini mulai menyeruak kepermukaan. Berbagai kesakit hatian antar partai pendukung kini mulai terkuak. Apalagi PDI Perjuangan merasa terkecoh oleh masa lalu incumbent Tatto S Pamuji yang kini berpindah haluan.

Karena merasa dikhianati Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa tengah Bambang Wuryanto pun menyatakan siap tempur di arena ‘Perang Bharatayudha’. Apalagi pasukan kadernya kini direbut oleh Tatto di pilkada Cilacap, dengan tegas menyatakan siap bertarung. “Ini saya katakan perang Bharatayudhanya PDIP di Cilacap,” tegas Bambang Wuryanto di Semarang.

Bahkan, Bambang Wuryanto yang akrab disapa Bambang Pacul ini menyatakan dari tujuh wilayah Jateng yang akan melangsungkan pilkada serentak di Jateng, wilayah yang paling terberat peluang PDI Perjuangan untuk menang adalah di Kabupaten Cilacap. “Pertempuran yang paling berat adalah di Cilacap. Cilacap tentu harus kita melihat peta,” papar anggota DPR ini.

Bambang Pacul secara terbuka menyatakan jika pengkhianatan yang dilakukan oleh calon incumbent Tatto terjadi setelah Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menawarkan dan mempertanyakan apakah Tatto akan maju kembali dengan menggunakan kendaraan PDI Perjuangan. Namun, tawaran kepada Tatto untuk berpasangan dengan Taufiq Hidayat, kader PDI Perjuangan yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Cilacap itu secara terang-terangan ditolaknya.

“Di awal sudah ada pasangan incumbent Tatto dengan Taufiq. Tapi tiba-tiba Tatto mengatakan tidak jadi. Menolak kita. Dia mengatakan kepada Sekjen (Hasto Kristiyanto) partai kita, dari partai kami mengatakan tidak. Padahal dia (Tatto) membawa pasukan kita,” beber Bambang Pacul.

Tatto sebelumnya berhasil menjabat sebagai Bupati Cilacap periode 2012-2017 memenangi pilkada dengan memakai kendaraan Partai Golkar dan 2007 saat maju jadi wakil bupati, pakai kendaraan PDI Perjuangan. Namun, saat ini maju kembali mencalonkan diri di pilkada serentak Jateng 2017 dengan menggunakan kendaraan Partai Golkar. Bambang Pacul bahkan secara terang-terangan dalam acara, menyindir Ketua Harian DPD Golkar Jateng Iqbal Wibisono yang hadir.

“Kira-kira untuk jadi perang bubatnya adalah Cilacap. Kita harus bertempur habis-habisan. Ini Golkar dukung tetangga sebelah di Cilacap enggak apa-apa. Batang sudah selesai,” tandasnya.

Bambang Pacul menyatakan meski Cilacap merupakan wilayah terberat dalam pilkada serentak nanti, untuk keseluruhan Pilkada serentak di tujuh wilayah di Jawa Tengah akan optimis memenangkanya. Baik di Kabupaten Jepara, Pati, Batang, Cilacap, Brebes, Banjarnegara dan Kota Salatiga.

“Target kemenangan kita maksimal. Pilkada ini kalau dulu merebut sebuah daerah dengan perang. Ini perang demokrasi ada aturan. Kami akan mengikuti pertempuran ini dengan aturan yang ada. Salatiga firm lah. Kita tidak besar kepala, saya kira kans kita cukup,” ujarnya.

Termasuk di Kabupaten Batang, jika incumbent Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo tidak mencalonkan diri maka kans dan peluang besar akan dimenangkan oleh PDI Perjuangan. Namun, sebaliknya jika pada detik-detik terakhir Yoyok mencalonkan diri akan terjadi pertarungan hebat pula di Batang selain di Cilacap.

“Batang jika Pak Yoyok tidak mencalon itu rising. Pasukan-pasukan di sana rising karena itu menjadi wilayah-wilayah yang kosong. Saya katakan wilayah kosong, siapa yang siap untuk melakukan rising. Khusus untuk Batang selama Pak Yoyok tidak mencalon. Jika di detik-detik terakhir Pak Yoyok mencalon itu akan jadi pertempuran yang berat. Kita ngomong jujur yah. Sekalian,” pungkasnya. (uik/fkc)