Fokuscilacap.com, Cilacap – Pemerintah Kabupaten Cilacap memperkirakan kebutuhan sapi untuk musim kurban tahun ini mencapai 1.000 ekor. Dikutip dari Humas Pemda Cilacap melalui laman resminya, Kepala Dinas Pertanian Cilacap, Ir. Gunawan, MM, melalui Medik Veteriner Madya, drh. Pranata Sadewa merinci, kebutuhan sapi untuk wilayah eks Kotip Cilacap sekitar 500 ekor. Sedangkan wilayah luar eks Kotip, diprediksikan jumlah kebutuhannya tidak jauh berbeda.

“Tahun ini kita prediksi kebutuhan sapi kurban di eks Kotip sekitar 500 ekor. Untuk diluar Kotip hampir sama,” kata Sadewa, Selasa (22/8/2017). Untuk memastikan kesehatan hewan kurban, Dinas Pertanian telah melakukan pemantauan dan pemeriksaan sejak 3 bulan lalu.

Selanjutnya pada H-14 pada 17 Agustus lalu, petugas mulai memeriksa kesehatan hewan kurban yang berada di lapak-lapak pedagang. Dalam kegiatan ini, Dinas Pertanian Cilacap menerjunkan 80 personil, di mana 60 personil bertugas di wilayah eks Kotip, dan sisanya bertugas di Cilacap barat dan timur.

“Mereka kami sebar di tiap kecamatan, untuk mendampingi peserta pelatihan penyembelihan hewan kurban yang kita laksanakan bertahap,” katanya. Sadewa menambahkan, sejauh ini tidak ditemukan adanya penyakit pada hewan kurban, yang bersifat zoonosis.

Hanya saja ditemukan ada beberapa calon hewan kurban, baik kambing, sapi, maupun domba yang terkena myasis , yakni luka yang terinfeksi larva lalat. Untuk mengobatinya dibutuhkan waktu sekitar 5 hari, agar hewan tersebut kembali layak menjadi calon hewan kurban. Sama seperti sebelumnya, hewan kurban yang dinyatakan sehat dan layak akan diberi tanda berupa Kartu Sehat dari Dinas Pertanian Cilacap.

“Sejauh ini peternak lokal masih dapat mencukupi permintaan hewan kurban di Cilacap. Harga sapi medium juga diprediksi tetap stabil antara Rp.22 hingga 25 juta,” pungkasnya. (gus/fkc)