Fokuscilacap.com, Jakarta – Ternyata terpidana mati Freddy Budiman takut menghadapi regu tembak dan memilih mengajukan peninjauan kembali (PK). Namun Freddy tidak hadir ke sidang PK karena sudah dipindah ke Lapas Pasir Putih, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

“Harusnya pertengahan April lalu dia sudah sidang PK pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar),” ucap Kajari Jakbar, Reda Manthovani, Rabu (27/4), seperti dikutip Halloapakabar.com.

Reda mengatakan, Freddy seharusnya besok (28/4) menjalani sidang PK pemanggilan kedua. Namun Reda menduga, Freddy tidak bisa hadir karena masih berada di Nusakambangan.

“Kemungkinan besok juga tidak hadir. Ya kalau tidak hadir terus bisa jadi nanti hakimnya menolak. Tapi itu kan kewenangan pengadilan,” ucap Reda.

Dia juga mendapat kabar, pengacara Freddy sudah mengajukan pemindahan lokasi sidang PK dari PN Jakbar ke PN Cilacap. Reda mengaku tak keberatan dengan hal tersebut.

“Katanya dia ajukan pindah ke PN Cilacap, kita penuntut umum sih tidak masalah. Nanti kita kirim berkasnya ke Kejari Cilacap kalau memang kabarnya begitu,” ujarnya.

Selain dihukum mati, tujuh hak Freddy juga dicabut. Yaitu:

1. Mencabut hak komunikasi terdakwa.
2. Pencabutan hak untuk menjabat segala jabatan
3. Hak untuk masuk ke dalam institusi angkatan bersenjata.
4. Hak memilih dan dipilih dalam proses demokrasi.
5. Hak untuk menjadi penasihat atau wali pengawas bagi anaknya.
6. Hak penjagaan anak.
7. Hak mendapatkan pekerjaan.

Namun pencabutan haknya itu tak menyurutkan niat Freddy untuk melanjutkan bisnis haram dari balik jeruji. Freddy bisa mengontak adiknya, Latief dan mengendalikan jaringan narkoba bahkan bisa merencanakan membangun pabrik narkoba di Pluit, Jakarta Utara. Latief oleh PN Jakbar dihukum seumur hidup di awal 2016. (jun/fkc)