Fokuscilacap.com, Cilacap – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Cilacap, M. Taufik Hidayatulloh pada Senin, (12/6/2017) di sela-sela kesibukannya, menyatakan sikap untuk menolak dan mengecam rencana Mendikbud untuk menerapkan sekolah 5 hari.

“Konstitusi kita, UUD Tahun 1945, maupun UU Sisdiknas, keduanya mengamanatkan bahwa pendidikan di Indonesia diarahkan untuk membentuk anak yang pintar dan benar, anak yang cerdas dan religius, dan untuk itu, perlu sinergi antara Sekolah Formal dan Pendidikan Non Formal,” ujar Taufik.

“Sekolah 5 hari dengan penambahan jam pelajaran yang padat hingga sore hari berpotensi mematikan pendidikan keagamaan yang sudah ada dan mengakar di masyarakat, terutama TPQ dan Madrasah Diniyah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap yang selama ini telah berperan dalam membangun karakter bangsa,” tambahnya.

FKUB secara lembaga meminta kepada Bupati Cilacap, Kepala Disdikbud Kab. Cilacap, Kepala Kantor Kementrian Agama Kab. Cilacap, DPRD Cilacap, Dewan Pendidikan, Ormas Keagamaan dan stakeholder pendidikan di Kab. Cilacap untuk duduk bersama guna merumuskan sikap bersama terkait kebijakan tersebut.

Ditempat terpisah, wakil bupati Cilacap, Ahmad Edi Susanto juga tidak sepakat dengan apa yang dicanangkan Mendiknas. Menurut Edi biasa disapa “Pemerintah pusat perlu mengkaji ulang rencana itu, karena berbenturan dengan kultur pendidikan yang sudah ada sebelumnya, yaitu pengajian TPQ”.

Sebelumnya Mendikbud RI, Muhadjir Efendi akan mencanangkan program 5 hari sekolah, atas dasar beban guru sebagai ASN juga disesuaikan dengan ASN di dinas yang lain hanya 5 hari kerja dan ingin menerapkan pola one day school di Indonesia. (pri/fkc)