Fokuscilacap.com, Jakarta -Kemunculan calon independen dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Cilacap dalam Pilkada 2017 mendatang. Tidak bisa dianggap sebagai upaya deparpolisasi melainkan koreksi terhadap sistem kaderisasi dan kinerja parpol selama ini, apalagi banyak calon yang muncul di Pilkada Cilacap memilki dosa masa lalu.

Menurut tokoh muda Kabupaten Cilacap Lubadul Fikri atau yang biasa di sapa Gus Fikri menilai, persoalan Pilkada Cilacap bukan masalah soal deparpolisasi, tapi partai yang lemah dalam menjalankan fungsi utama yaitu kaderisasi untuk menempati jabatan politik. Menurutnya, sebagian besar parpol belum memiliki calon yang dianggap tepat, sehingga mereka menunggu perkembangan siapa calon yang paling populer.

“Partai masih menunggu siapa orang yang cocok untuk diajukan. Di sini, terlihat partai kurang percaya diri untuk mengajukan calon. Apalagi fenomena politik Cilacap dari banyak tokoh partai yang muncul tak satupun mewakili keinginan masyarakat. Karena semua tokoh partai di Cilicap memilki dosa masa lalu,” papar Gus Fikri kepada Halloapakabar.com di Kampus Unugha, Cilacap, Senin  (21/3)

Deparpolisasi atau ketidakpercayaan publik terhadap partai politik (parpol), kata Gus Fikri, diprediksi akan makin menguat di Pilkada Serentak 2017. Hal ini telah ditunjukkan sejak Pilkada Serentak 2015, di mana 37 persen pasangan calon (paslon) nonparpol atau independen dan 14 persen di antaranya memenangkan pilkada di 264 daerah.

“Berarti tidak tertutup kemungkinan naik (calon independen), karena di Cilacap hanya ada dua calon yang saya nilai dalam pilkada yang akan dipilih oleh masyarakat yaitu, Bambang Suharto dan Bos Edi. Namun potensi kedua orang itu sebagai begron pengusaha, saya melihat Bambang Suharto lebih fenomenal untuk di pilih menjadi harapan masyarakat, dengan keberaniannya membuat terbosan dalam menentukan pemekaran Cilacap Barat,” paparnya.

Karena, pilkada dan pemilu merupakan arena permainan bagi parpol. Makannya tolong media dorong terus parpol berbenah. Ini dia didorong terus karena dia sudah mampu menjadi role model bukan promosi-promosi terhadap kader-kadernya yang the best untuk didudukan di DPR dan pemerintah,” tandasnya.

Sesuai dengan rencana tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pilkada 2017, penyerahan dukungan untuk calon independen diserahkan kepada KPU Juli nanti. Sedangkan untuk pendaftaran calon pada Agustus. Kholil mengatakan, apabila setelah dilakukan verifikasi ternyata masih ada kekurangan jumlah dukungan, maka calon independen ini harus melengkapinya dua kali lipat dari jumlah kekurangan. “Jika kurangnya misalnya 5 ribu dari jumlah minimal dukungan, maka dia harus melengkapi 2 kali lipatnya, atau sebanyak 10 ribu,” ujarnya.

Karena itu dia mengatakan amannya jumlah dukungan yang dihimpun oleh bakal calon independen ini, sekitar 100 ribu dukungan. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya pendukung yang ternyata tidak lolos saat diverifikasi. Namun, kembali bicara soal calon independen, berdasarkan data, sejauh ini terlihat dua nama tokoh Cilacap yang terlihat berminat maju lewat jalur perseorangan ini.

Calon pertama adalah Edi Santoso alias Bos Edi yang beberapa pekan lalu mengaku sudah mampu menghimpun 50 ribu KTP pendukungnya.  Untuk memenuhi kuota seperti yang menjadi syarat KPU, tim akan terus bekerja dan terjun ke masyarakat secara langsung.

 “Saat ini kami masih fokus di dalam kota. Tidak lama lagi kami akan merambah wilayah Cilacap bagian timur dan barat untuk mencari dukungan masyarakat. Dengan sisa waktu beberapa bulan lagi, saya optimis bisa mengumpulkan KTP lebih dari 120 ribu,” kata Edi beberapa waktu lalu.

Calon kedua yang juga melirik jalur perseorangan adalah, Bambang Suharto, seorang pengusaha dari Cilacap Barat. Nama Bambang dimunculkan oleh Tim Presidum Pemekaran Cilacap Barat untuk menantang sang Petahana Tatto Suwarto Pamuji dalam gelaran Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2017 mendatang.

Bambang sangat optimistis mencalonkan diri lewat jalur independen. Dia mengungkapkan, walaupun  tidak mengupdateinformasi dari tim relawan, dirinya yakin tim pemenangannya masih berupaya dengan gigih untuk menjaring dukungan dengan pengumpulan KTP dan sosialisasi kepada masyarakat lewat pemasangan spanduk di titik-titik strategis. “Dukungan dari masyarakat masih terus mengalir dan bertambah, bukan hanya dari Cilacap Barat tapi dari Cilacap Timur juga masih mengalir terus,” ujarnya. (rhmn/fkc)