Fokuscilacap.com, Cilacap – Full Day School yang belakangan menjadi polemik di masyarakat ditanggapi juga oleh pemerhati dunia pendidikan Gus Fikri, yang juga putra Al Maghfurlah KH. Chasbulloh Badawi pendiri Ya Bakii.

“Full Day School adalah sebuah terobosan untuk menghindari kebebasan anak didik untuk melakukan hal-hal negatif di luar waktu sekolah atau di luar pengawasan orang tua maupun guru, bukti nyatanya bahwa pendidikan di sekolah-sekolah negeri sangat minim mengajarkan tentang pendidikan Agama,” kata Gus Fikri di sela-sela kesibukannya pada Sabtu (17/6/2017) kepada Fokuscilacap.com.

“Saya khusnudzon kepada Prof. DR. Muhadjir, sebagai menteri pendidikan, bahwa beliau menginginkan agar anak didik tidak mudah diseret oleh paham-paham radikalis, maka wacana Full Day School menjadi sesuatu terobosan yang sangat baik untuk diimplementasikan,” tambah Gus Fikri.

Maka masyarakat perlu adil dan seimbang menilai gagasan ini. Bahwa Prof. DR. Muhadjir dengan kapasitasnya sebagai guru besar tidak akan mempertaruhkan kredibilitasnya demi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Dan wacana ini dengan sendirinya akan bersinergi dengan lembaga pendidikan non formal yang sudah tersistem seperti TPQ dan Madin. Bukan untuk membunuh TPQ dan Madin tapi justru akan menguatkannya.

“Full Day School itu ibarat kata, kegiatan ekstrakurikuler sekolah akan lebih padat dan terlembagakan, mengingat pendidikan karakter lebih efektif melalui ekstrakurikuler yang justru masih sangat kurang dan jauh implementasinya. Kemudian ditambah lagi waktu luang yang tidak dimanfaatkan dengan baik oleh anak sekarang dimanfaatkan hanya untuk bermain game online, media sosial dan lain sebagainya. Dengan adanya Full Day School orang tua dan guru dapat memantau perkembangan anak didik lebih lama. Seperti sistem yang sudah ada pada Pondok Pesantren yang sudah sejak lama menerapkan seperti Full Day School,” tambah Gus Fikri.

“Wacana dan gagasan yang baik ini perlu didukung oleh segenap masyarakat,” tutup Gus Fikri mengakhiri wawancara ini. (pri/fkc)