Fokuscilacap, Cilacap – Institut Agama Islam Alghozali (IAIIG) Cilacap sukses melaksanakan gelaran akedemik terbaiknya tahun 2016 dengan meluluskan 107 wisudawan dan wisudawati dari empat fakultas berbeda seperti, Prodi Ahwal Al Syakhshiyah (AS), Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Pendidikan Agama Islam (PAI) & Pendidikan Guru MI (PGMI)

Gelaran Wisuda yang di laksanakan di Gedung Aula Diklat Praja Pemkab Cilacap Jl. Jend. Sudirman No. 12 itu menganugrahi Strata 1 (S1) kepada 107 wisudawan dan wisudawati IAIIG Cilacap, Sabtu (29/4).

Seperti dikutip Halloapakabar.com, Rektor IAIIG Drs. KH. Nasrullah berpesan, kepada lulusan IAIIG yang telah memiliki intelektual akademik dan budi pekerti yang luhur itu, agar senantiasa menggunakan pengetahuannya untuk pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya lulusan IAIIG bukan berarti setelah mahasiswa lulus, masalah mereka telah selesai dan berakhir, melainkan mereka dihadapkan dengan permasalahan baru yang lebih menantang mereka.

“Masih banyak tugas yang harus dilaksanakan oleh para wisudawan setelah keluar dari IAIIG dengan apa yang telah mereka dapatkan setelah menempuh pendidikan Selama di Kampus. Tugas dari lulusan IAIIG adalah menyelesaikan masalah, bukan malah menambah masalah,” jelasnya.

Seksin itu, Gus Nas Sapaan Rektor IAIIG berharap, agar para wisudawan menjaga nama baik almamater kampus. Ia juga mengingatkan agar para wisudawan tidak lupa dengan jasa orang tua dan para dosen. Karena dengan bimbingan dari Orang tua dan Dosen mereka bisa menempuh pendidikan di IAIIG dan lulus menyandang gelar sarjana.

“Selain itu mereka juga akan dapat meraih kesuksesan yang sebenarnya jika mereka lebih menghormati dan menghargai Orang tua dan mengamalkan Ilmunya yang didapat dikampus biar manfaat serta keberkahan,” pintanya.

Gus Nas mengatakan, para wisudawan dan wisudawati ini telah mengikuti tahapan pendidikan selama empat tahun dengan berbagai dinamika yang di hadapinya. “Atas nama seluruh civitas akademik kami sampaikan ucapan terimakasih kepada para wisudawan/ wisudawati yang telah meraih prestasi terbaik di IAIIG,” katanya.

Ia mengungkapkan, kegiatan wisuda ini selalu dijadikan momentum untuk meningkatkan komitmen dan dedikasi segenap civitas akademik untuk mewujudkan mimpi, melalui visi bereputasi nasional, berjejaring global, berkontribusi bagi daya saing bangsa sebagai Excellence Teaching University, yang berciri khas Leading ini learning berbasis pada kearifan lokal.

“Saat ini kita sudah memasuki era pasar bebas, dan konsep persaingan harus dimaknai antara kesempatan dan tantangan yang harus dihadapi. Dengan diberlakukannya MEA tentunya akan memberikan pengaruh bagi sektor pendidikan di Indonesia, khususnya bagi perguruan tinggi,” ucapnya.

Ia menjelaskan, ide persaingan tersebut, kata dia, mengharuskan perguruan tinggi termasuk IAIIG siap menghadapi kompetisi antar perguruan tinggi di Indonesia, bahkan ditingkat Asia Tenggara.

“Atas dasar itu kami menyadari persaingan dalam penyediaan jasa pendidikan tinggi mengharuskan IAIIG melakukan berbagai upaya meningkatkan komponen sistem pendidikan, sarana prasarana, dan juga pengembangan akademik lainnya,” ujarnya.

Hal tersebut dilakukan agar kedepan IAIIG tetap eksis, dalam membuat berbagai konsep word class university, research university dan sejenisnya. Hal itu sebagai alat seleksi untuk menentukan eksistensi perguruan tinggi tingkat nasional, yang bisa bersaing dengan perguruan tinggi di Indonesia.

“Dengan predikat sarjana dan yang melekat pada diri masing-masing, kami berharap agar lulusan IAIIG ini bisa menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan memiliki tanggungjawab sosial kepada masyarakat, serta jagalah nama baik almamater IAIIG,” pesannya. (rhm/fkc)