Bagian 2: Tatto Tidak Memperdulikan NU

Fokuscilacap.com, Cilacap – Pernyataan ini muncul akhir-akhir ini, untuk mendukung asumsi bahwa Tatto memang bukan Kader NU, sehingga tiga kali mendukung Tatto, baik sebagai Wakil Bupati, Sebagai Plt. Bupati, maupun sebagai Bupati, NU Tidaklah mendapat manfaat apapun, dan dalam hal penataan birokrasi, Tatto lebih mementingkan kader organisasi lain.

Untuk menjawab pernyataan ini, maka ada baiknya kita melihat fakta dan data sebagai berikut : Tiga Kali Mendukung NU Tidak Mendapat Apa-apa. Dalam catatan kami, berdasarkan hasil wawancara dengan Bendahara PCNU Cilacap Periode 2002-2007 dan 2008-2013, Drs. H. Suyono, MM., serta hasil wawancara dengan Sekretaris PCNU Cilacap Periode 2002-2007, serta Wakil Ketua PCNU Cilacap Periode 2013-2018, H. Paiman, S.Ag., dijelaskan oleh beliau berdua bahwa:

Tidak Benar, NU Tidak mendapatkan apapun, karena pada Tahun 2013, dan 2014, PCNU Cilacap telah menerima bantuan Hibah daerah Kabupaten Cilacap, per tahun kurang lebih sebesar 1,5 M (satu milyar lima ratus juta rupiah), dan uang tersebut telah diterima, dibelanjakan, dan di-SPJ-kan secara formal kepada Pemerintah.

Ini angka yang luar biasa, dibanding Kabupaten/Kota lain di Jawa Tengah, dan ini merupakan rekor bantuan pemerintah bagi Ormas NU yang seharusnya diapresiasi. Jumlah itu, belum termasuk bantuan hibah daerah yang langsung diterima oleh Madrasah dan Sekolah Swasta, karena dalam catatan Mantan Kepala Bagian Pembangunan Setda Cilacap, Drs. H. Maryo, MM., untuk bantuan madrasah dan sekolah swasta, setiap tahun dianggarkan oleh APBD Cilacap sekurang-kurangnya 2 Milyar.

Dengan asumsi bahwa 50% (lima puluh prosen) dari penerima hibah langsung ke lembaga pendidikan adalah lembaga di bawah naungan NU, maka dalam kurun waktu Tahun 2012, 2013 dan 2014, yang diterima oleh Lembaga Pendidikan di bawah naungan NU sebesar 3 M (tiga milyar).

Belum lagi Hibah daerah yang diberikan langsung ke Masjid, Musholla, Pondok Pesantren, TPQ, Madrasah Diniyah, Guru Madin di bawah FKDT, serta Guru Swasta, yang kesemuanya itu, jumlah terbesar adalah warga NU.

Dalam catatan Kepala bagian Kesra Cilacap Tahun 2012, Drs. H. Kosasih, MM., bahwa Tahun 2012, total keseluruhan dana hibah yang diberikan untuk Masjid, Musholla, Pondok Pesantren, Madrasah, TPQ-Madin, Ustadz-Ustadzah FKDT dan Ormas sebesar 35 M (tiga puluh lima Milyar).

Taruhlah dari keseluruhan angka itu, yang merupakan asset jam’iyyah NU sebanyak 30 % (tiga puluh prosen), artinya yang 70% (tujuh puluh prosen) dari Masjid, Musholla, Pondok Pesantren, Madrasah, TPQ-Madin, Ustadz-Ustadzah FKDT dan Ormas adalah di luar NU, maka Tahun 2012, bantuan hibah yang langsung diterimakan oleh asset NU adalah sebesar 10,5 M (sepuluh setengah milyar). Subhanalloh.. angka yang tidak bisa dikatakan kecil.

Dalam catatan Kepala Bagian Kesra Setda Cilacap Tahun 2013 dan 2014, Drs. H. Suranto, M.Si., pada Tahun 2013 dan 2014, total besaran bantuan yang dialokasikan APBD Cilacap melalui Kabag Kesra yang diperuntukkan bagi Masjid, Musholla, TPQ-Madin dan Pondok Pesantren, (di luar bantuan Ormas) tiap tahun berkisar kurang lebih Rp. 1,6 M (satu milyar enam ratus juta rupiah), dan sekali lagi, kalau kita menggunakan asumsi bahwa jumlah pesantren, TPQ-Madin dan Madrasah yang berada dalam koordinasi NU adalah 50% (limapuluh prosen), maka di Tahun 2013 dan 2014, besar bantuan yang diterimakan langsung lembaga milik NU berkisar satu setengah milyar. Ini kalau asumsinya lembaga milik NU 50%. Kalau lebih, maka, jelas lebih banyak lagi.

Kalau pada Tahun 2015 PCNU Cilacap mendapatkan bantuan hibah APBD, dan tidak dapat dicairkan, hal itu bukanlah kesalahan Pak Tatto sebagai Bupati, karena sesuai ketentuan dalam Pasal 298 ayat 4 dan 5 UU nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, PCNU Cilacap dipandang belum memenuhi syarat sebagai penerima hibah daerah, sehingga tidak ada pilihan lain bagi Bupati Cilacap kecuali untuk melaksanakan Undang-Undang.

Pak Tatto Lebih Mementingkan Kader Lain Dalam Pengisian Jabatan
Pernyataan ini, juga tidak berdasar pada data yang ada. Dalam catatan kami, salah-satu alasan mengapa Pak Tatto menerima Ir. H. Ahmad Edi Susanto sebagai Calon Wakil Bupati yang disodorkan Partai Golkar untuk mendampingi Pak Tatto pada Pilkada Cilacap Tahun 2012 adalah karena Pak Edi mengaku dirinya sebagai Kader NU, dan masuk dalam jajaran Dewan Penasihan PW. GP. Ansor Propinsi Jawa Timur, dan salah satu anggota MABIN KORCAB PMII Jawa Timur.

Seleksi akhir penentuan Pak Edi sebagai calon Wakil Bupati yang mendampingi Pak Tatto, melibatkan Struktur Resmi PCNU Cilacap, dan dalam sesi wawancara tersebut, Pak Edi menunjukkan kedekatannya dengan para tokoh NU, antara lain (alm). KH. MUCHITH MUZADI (kakak Kandung Mantan Ketua Umum PBNU, Anggota Watimpres Kabinet Kerja, DR. KH. Muhammad Hasyim Muzadi, sehingga Perwakilan NU yang melakukan fit and proper test terhadap Pak Edi merekomendasikannya sebagai Pasangan Wakil Bupati dari Pak Tatto.

Setidaknya kami juga mencatat bahwa beberapa pejabat secara terus terang mengaku dirinya sebagai Orang NU. Antara lain:
Drs. H. Sutarjo, MM., Sekda Cilacap
Drs. H. Imam Yudianto, MM., Asisten II Setda Cilacap
Drs. H. Wasi Aryadi, MM., Assisten III Setda Cilacap
Ir. H. Gunawan, MM., Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan
Drs, Maryo, MM., Sekretaris DPRD Cilacap
Dr. H. Marwoto, M.Si., Kepala Dinas Kesehatan
Ir. H. Tusilan, MM., Kepala Badan Penyuluh
Drs. H. Kosasih, MM., Kepala Disnakertrans
Drs. H. Asifuddin Mahfud, M.Si., Sekdin Perhubungan
Drs. Sadmoko, M.Si., Kepala Bagian Kesra Setda Cilacap
Umar Said, SE., Kabag Perekonomian Setda Cilacap
Drs. Wijaya, MM., Kepala Bagian Pertanahan Setda Cilacap
Drs. Yuliaman, M.Si. Kepala Bagian Umum Setda Cilacap
Heru Susediono, SH., Kepala Bagian Hukum Setda Cilacap
Drs. Sumbowo, M.Si., Sekretaris Bappeda
Drs. H. Suranto, MM., Sekretaris Disdikpora
Ratinuddin Yusuf, M.Si., Direktur Kawasan Industri Cilacap
dr. Hj. Pramesti Girindawardhani, M.Kes., Dirut RSUD
Awaludin Laode Muri, S.Tp. M.Si., Sekretaris RSUD
Drs. H. Suyono, MM., Pengawas PDAM Cilacap
Drs. Jarot Prasojo, M.Si., Sekretaris DPU SDA ESDM
Budi Narimo, S.TP., M.Si. Camat Bantarsari
Muhammad Najib, STP., M.Si., Camat Kroya
Nur Laili, M.Si., Camat Sampang
Puji Utomo, M.Si., Camat Patimuan
Drs. Khoirudin, M.Si., Camat Binangun
Luhur Satrio Mukhsin, S.TP., Msi., Camat Gandrungmangu
Teguh Prastowo, M.Si. Camat Adipala
Sukar, S.Sos. Camat Kawunganten
Tasimin, S.Sos., Camat Karang Pucung
H. Paiman, S.Ag., Kabid PNFI Disdikpora. Dan masih ada pejabat lain yang belum tercantum di sini, yang jelas-jelas mengaku sebagai kader NU, dan siap membantu membesarkan NU kalau diminta.

Kalau di antara ukuran keperdulian adalah alokasi anggaran untuk NU, atau terakomodirnya para aktifis NU dalam pengisian jabatan di pemerintahan, maka menurut data kami, Pak Tatto sudah memberikan perhatian yang sepandan untuk NU, dan sudah selayaknya hal ini diapresiasi dengan baik.

Penulis: Tim Fokus Tatto Cilacap 2016