Fokuscilacap.com, Kesugihan – Fenomena hukuman mati bagi pengedar narkoba di Indonesia menjadi salah isu besar dunia. Mengingat banyak sudah bandar narkoba yang telah meregang nyawa akibat hukuman mati. Di beberapa negara banyak juga yang masih menerapkan hukuman mati karena dengan hukuman yang berat ini akan timbul efek jera yang tujuannya adalah tatanan social order semakin baik.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, pro dan kontra hukuman mati banyak disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat mengingat Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim ada juga pandangan beragam terhadap hukuman mati ini. Menyoroti fenomena ini UNUGHA akan menggelar seminar yang bertajuk:

“EKSEKUSI TERPIDANA MATI
DALAM PERSPEKTIF AGAMA, HUKUM DAN POLITIK KEBIJAKAN NEGARA”

Yang akan dihelat pada tanggal 19/03/2016 mulai pukul 08.30 yang bertempat di auditorium utama kampus UNUGHA Kesugihan, Cilacap

Hadir sebagai narasumber diantaranya:

Prof. Dr. Mudzakkir, SH., MH.
Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII)
yang akan berbicara tentang Eksekusi Terpidana Mati dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia (Tinjauan
Revisi KUHP)

Dr. Zastrauw Al Ngatawi
Budayawan/Ketua Lesbumi yang akan beebicara tentang Eksekusi Terpidana Mati dalam Perspektif Agama dan Budaya.

Dr. Indria Samego
Pengamat Politik dan Kebijakan Publik. Akan berbicara Eksekusi Terpidana Mati dalam Perspektif Politik Kebijakan Negara.

Menurut panitia yang juga dosen UNUGHA Misbahussurur, agenda yang diperuntukan untuk kalangan umum ini diharapkan mampu menelaah dasar hukum Islam dan hukum negara dalam memandang eksekusi mati. Mengingat Nusakambangan Cilacap akhir-akhir ini sering dijadikan tempat eksekusi terpidana mati dalam kasus terorisme dan narkoba. (pri/fkc)