Fokuscilacap.com, Cilacap – Indikasi kekerasan yang dilakukan seorang guru di MAN Majenang terhadap seorang muridnya saat upacara bendera memperingati hari kemerdekaan RI di halaman sekolah adalah sebuah kesalah pahaman.

Menurut kepala sekolah MAN Majenang melalui pers release yang dikirimkan kepada Fokuscilacap.com bahwa guru yang bersangkutan melakukan gerakan refleks menggunakan kaki dari belakang dengan maksud mengingatkan siswa tersebut agar tidak jongkok dalam upacara.

“Karena upacara ini merupakan acara yang sakral bagi seluruh bangsa Indonesia. Sehingga tidak selayaknya jongkok saat upacara berlangsung,” ungkapnya, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Pihak sekolah pun sudah bertemu dengan wali murid untuk meminta maaf atas kejadian yang dilakukan oleh salah satu oknum guru. Bahwa, oknum guru ini bermaksud menerapkan aturan disiplin saat upacara bendera.

“Hanya mungkin caranya agak sedikit kurang baik karena menggunakan kaki bukan menggunakan tangan atau teguran,” ujarnya.

Disamping itu masalah ini sudah clear, pihak wali murid pun memindahkan anaknya ke sekolah lain bukan karena kejadian tersebut tapi karena ingin lebih dekat dari tempat tinggalnya.

“Pihak sekolah pun memberlakukan uang administrasi yang sudah masuk sesuai dengan aturan dari Kemenag, di semua sekolah pun rata-rata menerapkan aturan yang sama,” pungkasnya. (pri/fkc)