Fokuscilacap.com, Cilacap – Sidang PK Abu Bakar Ba’asyir akan digelar di ruang sidang utama Wijayakusuma yang berkapasitas sekitar 100 orang termasuk pendukung lainnya, mulai minggu kemarin terus siaga. Di luar ada tenda dan juga proyektor serta sound system untuk pengunjung yang tidak bisa masuk ke dalam. Selain itu, metal detektor juga sudah disiapkan untuk persidangan.

Dari informasi yang dihimpun Fokuscilacap.com, Polres Cilacap menurunkan sebanyak 560 personel dari unsur Brimob dan polres Cilacap. Untuk memperlancar sidang, pengalihan arus lalu lintas dilakukan di depan PN Cilacap, Jalan Letjen Soeprapto Cilacap. Selain itu, Polres Cilacap juga memperketat penjagaan di Dermaga Wijayapura yang merupakan pintu utama masuk ke Nusakambangan untuk antisipasi kerawanan menjelang pelaksanaan sidang PK Abu Bakar Ba’asyir.

Polisi dengan dibantu petugas lapas juga memeriksa setiap barang bawaan pengunjung yang akan masuk ke Lapas Nusakambangan. Untuk pengamanan wilayah perairan, Satpolair Polres Cilacap menyiagakan 2 kapal patrolinya untuk menjaga wilayah perairan Nusakambangan.

Dari informasi yang didapat, ratusan massa pendukung Baasyir dan murid pesantren Al Mukmin Ngruki akan hadir dalam persidangan yang dibuka untuk umum tersebut. Sedangkan 1.000 personel Bantuan Anshor Serbaguna (Banser) NU Cilacap, ikut ambil bagian dalam Apel Kebangsaan di Alun-alun Cilacap, Minggu (24/1) kemarin.

Kegiatan yang diawali dengan kirab jalan kaki menyusuri jalan-jalan protokol Cilacap dan dilanjutkan apel kebangsaan dengan inspektur apel Ketua Gerakan Pembina (GP) Anshor Cilacap, Libanun Muzazin. Acara yang diakhiri dengan penyampaian amanat dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (NU) Cilacap.

“Apel kebangsaan Banser hari ini sebagai bentuk kesiapsiagaan Banser berperan serta menciptakan Cilacap yang damai” kata Libanun kepada wartawan. Di sisi lain, pihaknya juga berbaik sangka terhadap seluruh elemen masyarakat Cilacap untuk bersama-sama menciptakan Cilacap yang damai. “Kami berbaik sangka pada seluruh elemen masyarakat Cilacap ikut menciptakan dan menjaga situasi yang damai sekaligus memberikan sinyal dan dukungan kepada aparat untuk melakukan apapun sesuai perundang-undangan yang berlaku” jelasnya.

Selain itu, kata dia, Pengurus Besar NU sudah menginstruksikan agar Banser Siaga I menyikapi berbagai kondisi yang terjadi saat ini. “Ini adalah bentuk respon Banser atas instruksi Pengurus Besar NU untuk Siaga I. Yang kami hadirkan hari ini baru 1.000 personel, dari total 5.320 personel Banser se-Kabupaten Cilacap” tegasnya.

Menyikapi proses sidang Peninjauan Kembali (PK) kasus terorisme dengan terpidana Abu Bakar Ba’asyir yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Cilacap, ia menyatakan, Banser sepenuhnya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. “Banser menghormati proses hukum dan sidang PK di Cilacap. Terhadap para pendukung Abu Bakar Ba’asyir yang datang ke Cilacap dengan damai, kami sebagai tuan rumah akan berbuat yang terbaik untuk mereka” ungkapnya.

Sementara itu Sekda Cilacap, Sutarjo yang hadir mewakili Bupati, mengapresiasi keberadaan Banser NU yang tanggap dengan berbagai situasi yang terjadi saat ini. “Ada tragedi bom Sarinah, Jakarta yang cukup mengejutkan kita  bersama. Lalu ada sebagian saudara kita yang terpengaruh kelompok Gafatar dan saat ini dalam proses pemulangan. Kami berharap Banser selalu siap dan tanggap serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kejadian ini” ungkapnya.

Selain Sekda, amanat juga disampaikan oleh Kapolres Cilacap, AKBP Ulung Sampurna Jaya, Ketua DPRD Cilacap, Taufik Nurhidayat, perwakilan Kodim 0703/Cilacap, serta Ketua PC NU Cilacap, KH Maslakhudin. Meski sempat diwarnai hujan deras dan angin kencang, personel Banser NU tetap mengikuti seluruh kegiatan hingga berakhir. (san/imr/fkc)