Fokuscilacap.com, Majenang – Carsito Kepala Desa Jenang Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap bagi – bagi Dana Alokasi Desa (DAD) kepada warganya.

Meskipun sempat melewati perbedaan pendapat dengan atasannya dalam hal ini pihak kecamatan Majenang karena tidak diijinkan, tapi dengan alasan yang masuk akal pada akhirnya bagi – bagi DAD disepakati juga oleh camat.

Bagi – bagi DAD itu diperuntukan pembayaran insentif guru ngaji sebanyak 6 orang. Dalam anggaran yang sudah tinggal menunggu realisasi itu, satu guru ngaji mendapatkan Rp. 25.000,- per bulan dan akan menerima selama 12 bulan.

Tidak hanya itu, setelah selesai acara halal bihalal pada hari Kamis, (29/6/2017) Carsito mengatakan, sebanyak 60 imam masjid dan mushola juga mendapat insentif yang dialokasikan dari DAD.”Jumlah insentif yang diterima imam masjid dan mushola juga sama, Rp. 25.000,- per bulannya selama 12 bulan,” jelasnya.

Bahkan untuk imam masjid, lanjut Carsito, sampai bulan ini sudah menerima insentif enam kali selama 6 bulan.

Alasan pihak desa memberikan insentif kepada guru ngaji dan imam masjid, pihak desa ingin memberikan sentuhan keuangan.”Karena mereka yang mempunyai kegiatan keagamaan sangat jarang tersentuh oleh pemerintah,” terang Carsito.

Alasan lain yang paling mendasar adalah memberikan motivasi dalam melakukan kegiatan religius di desa Jenang.”Dengan jumlah Rp. 25.000,- per bulan itu bukan seberapa dibanding keikhlasan beliau – beliau dalam melakukan kegiatannya. Tapi ketika ada pihak yang menganggap ini tindakan salah, saya mohon maaf. Pada kenyataannya setelah saya surve, mereka menerima dan mereka merasakan itu sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah desa Jenang,” jelas Kades yang sebelumnya menjabat sekdes ini.

Selama kepemerintahannya, Carsito akan terus menganggarkan untuk kebutuhan itu.”Setelah kita melakukan evaluasi melalui Badan Kemakmuran Masjid (BKM), kedepannya pemerintah desa akan terus menganggarkan dan menambah jumlah guru ngaji yang mendapat insentif, selain itu kami merencanakan manaikan jumlah uang yang mereka terima,” ungkapnya.

Tidak hanya imam masjid dan guru ngaji, pemerintah desa Jenang juga menganggarkan untuk Posyandu.”Untuk Posyandu juga tinggal menunggu realisasi pencairan dana untuk insentifnya. Dengan jumlah 12 Posyandu dengan masing – masing 5 orang. Per orang juga mendapat Rp. 25.000,-,” jelasnya.

Sementara itu DPRD Kabupaten Cilacap dari Fraksi PKB Didi Yudi Cahyadi menginginkan kepala desa lain untuk meniru program Kades Jenang.”Yang diprogramkan kades Jenang merupakan contoh yang baik dan saya sangat berharap desa – desa lain memberikan program yang sama. DAD jangan cuman untuk infrasturktur saja, tapi ya untuk kepentinga keagamaan,” tegasnya.

Menurutnya pemberdayaan ekonomi juga perlu diperhatikan.”Seperti pelaku UMKM, mereka perlu dibatu pengadaan alat usahanya. Juga karang taruna mereka membutuhkan sarana prasarana. Hal ini justru sesuai dengan permendes no 1 thn 2015,” papar Didi.

Didi juga berharap kepada camat – camat agar melakukan pendampingan, tidak hanya mengarahkan untuk infrastruktur saja.

“Dan juga kepada Dispermasdes, kita menghimbau untuk pendamping desa yang di tugaskan dari kementrian desa agar melakukan pengawasan dan pendampingan kepada kades – kades, karena sangat jelas anggaran itu tidak hanya untuk infrastruktur,” pungkasnya.(gus/fkc)