Fokuscilacap.com, Dayaeuh Luhur – Bencana tanah longsor yang terletak di Dusun Singaraja, Desa Datar, Kecamatan Dayaeuh luhur, Kabupaten Cilacap-Jawa Tengah sudah menginjak masa hampir dua tahun. Namun ketika Fokuscilacap menyambang daerah tersebut pada Senin, 24 Oktober 2016 sejumlah permasalahan masih terlihat.

Beberapa permasalahan tersebut diantaranya, masih terlihat kurang maksimalnya upaya yang dilakukan oleh dinas terkait terhadap penanganan lokasi bencana. Padahal pergerakan tanah tersebut berjalan terus dan terlihat semakin meluas.

Banyak warga di lokasi bencana sangat menghawatirkan akan terjadinya longsor yang sangat besar ,terutam jika hujan turun sangat deras. Selain itu persawahan yang menjadi lokasi pertanian mereka tidak bisa ditanami padi dan akses jalan yang putus total sangat mengganggu kelancaran lalu lintas terutama dalam mengangkut hasil bumi.

Menurut Kepala Desa Datar, Sumar mengatakan, bahwa pihaknya hingga saat ini masih terus berkoordinasi dengan pihak Kecamatan serta BPBD Cilacap untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Akan tetapi hari ini kami hanya baru menjalankan himbauan dari pihak Camat dan BPBD yang dikuatkan dengan surat tertanggal, 13 Februari 2015,” ungkapnya.

Himbauan tersebut diantaranya, untuk mengeringkan kolam/balong di Dusun tersebut. Untuk mengganti tanaman pada sawah dengan tanaman keras. Menutup jalur yang terdampak putus total.

Sementara itu, untuk upaya relokasi hingga saat ini belum dilakukan karena tidak adanya instruksi dari atas walaupun warganya sangat menghawatirkan akibat terjadinya longsor. Hal itu sangat terasa berdampaknya dirasakan masyarakat, terutama saat hujan deras tiba.

Perlu diketahui, besaran pergerakan tanah dan longsoran diprediksi lebih dari 50 hektar. Di lokasi, terlihat bekas pergeseran tanah dan bongkahan longsoran yang masih baru.

Sedangkan kekhawatiran warga sangat beralasan karena jika longsoran lebih besar terjadi maka sangat berdamapak pada warga terutama warga Rt 01 dan Rt 02, Dusun Singaraja. (alx/fkc)