Oleh : Prio Anggoro

BEBERAPA hari terakhir, perbincangan yang menjadi trending topic di media sosial khususnya wilayah kabupaten Cilacap adalah mengenai jalan yang rusak. Terutama di wilayah-wilayah pedalaman desa-desa yang ada di Cilacap.

Bila dilakukan observasi, kemudian didata ada sekitar puluhan bahkan mencapai ratusan jalan yang rusak. Bahkan beberapa ada yang sangat parah, bahkan membahayakan.

Predikat jalan rusak sampai menciptakan anekdot seperti ini “bila anda berkendara dari kota manapun menuju arah Cilacap, kemudian anda tertidur di mobil lalu kemudian terbangun karena mobil bergoyang-goyang, berarti anda sudah sampai di Cilacap”.

Anekdot ini sama sekali tidak membuat malu pemerintah maupun pejabat di Cilacap. Bahkan hanya menjadi bahan tertawaan bahkan lelucon, padahal semestinya hal itu menjadi cambuk bagi pemerintah daerah untuk menemukan formulasi manajemen pembangunan jalan yang baik.

Memang tidak dipungkiri banyak juga jalan yang sudah baik dari sebelumnya, akan tetapi jalan yang sudah lebih baik bila pembangunannya hanya sekedar memenuhi aspek pemenuhan proyek belaka tanpa perencanaan dan manajemen yang baik, maka jalan akan kembali rusak dalam waktu dekat.

Persoalan jalan bukan persoalan yang mudah diselesaikan, dengan anggaran hanya 2,9 Triliyun pertahun dibanding dengan luas kabupaten Cilacap yang sangat luas sudah sangat tidak relevan lagi. Sampai kapan pun anggaran itu tidak mampu menjawab persoalan jalan rusak.

Hanya saja, bila ada kepemimpinan yang kuat, yang memiliki networking nasional bahkan internasional dan juga memiliki pengalaman lintas daerah di Indonesia dalam membangun dan mempunyai visi kuat untuk mengakselerasi pembangunan, bukan tidak mungkin akan menjadikan Cilacap daerah yang maju. Dengan memanfaatkan sumberdaya manusia, sumberdaya alam dan sumberdaya industrinya.

Tentu saja, menuntaskan persoalan di Cilacap membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan keberanian mengambil langkah yang luar biasa untuk menambal anggaran yang hanya 2,9 Triliyun dengan cara melakukan penjajakan kerjasama investasi dengan perusahaan dalam maupun luar negeri. Tentu saja dengan simbiosis mutualisme.

Membangun kesejahteraan masyarakat salah satunya dengan membangun perekonomian, pembangunan perekonomian salah satu elemennya adalah baiknya infrastruktur termasuk jalan dan akses yang lain. Untuk membangun jalan dibutuhkan blue print yang baik dan untuk menyusun blue print yang baik dibutuhkan pemimpin yang visioner dan mampu membuka kran kerjasama dengan stake holder manapun demi kemajuan Cilacap.

Kalau Bandung memiliki slogan “Tanah Parahyangan diciptakan ketika tuhan sedang tersenyum”. Maka ada slogan indah buat Cilacap. “Nusakambangan dan Cilacap ada ketika Tuhan melempar tanah surga ke dunia”.

Priyo Anggoro, adalah Dosen UNUGHA dan Dewan Redaksi Fokuscilacap.com.