Oleh : Priyo Anggoro, MM.

“SEBAIK-BAIKNYA kalian adalah yang mau belajar Al-Qur’an dan mau mengajarkannya.”

Bulan Ramadhan akan terasa sangat istimewa bagi mereka yang percaya kepada Alloh, percaya kepada hari akhir dan percaya kepada hari pembalasan.

Kewajiban berpuasa tentu menjadi suatu hal yang membahagiakan. Bila kita memahami, bahwa puasa bukan hanya sebuah kewajiban yang harus dijalankan. Tapi sebuah langkah ibadah, supaya kita makin dekat dengan Alloh.

Tapi, bagi mereka yang merasa biasa-biasa saja dengan kehadiran bulan Ramadhan akan melaluinya begitu saja, tanpa puasa tanpa ibadah-ibadah lainnya. Baginya Ramadhan hanya memberatkan saja dan menjemukan. Karena mereka masih ditutup mata hatinya untuk mendapat hidayah. Meskipun mereka mengaku beragama Islam.

Puasa berarti Imsak, yaitu menjaga dari yang membatalkan puasa dan menjaga dari yang merusak nilai atau pahala puasa.

Mungkin puasa kita tidak batal. Tapi bisa saja, puasa kita tanpa makna. Karena kita masih melakukan maksiat yang merusak pahala atau ruh puasa itu sendiri.

Salah satu amalan yang paling utama adalah membaca Al Qur’an. Al Qur’an adalah pedoman bagi seluruh muslim yang beriman. Bahkan dengan bacaannya saja kita merasa tenang dan damai. Maka bulan Ramadhan sering juga diisi dengan tadarus Al Qur’an.

Pada hadis yang saya tulis di atas. Sebaik-baiknya kalian adalah yang mau belajar Al Qur’an dan mau mengajarkannya. Tentunya kita semua ingin memiliki predikat sebaik-baiknya manusia.

Tidak ada batasan umur orang memulai belajar Al Qur’an. Bila memang belum pernah, maka segeralah memulai. Jangan pernah menunda untuk menjadi sebaik-baiknya manusia.

Dan bila sudah mahir dan mampu membaca jangan lupa untuk mengajarkannya. Supaya kita tetap menjadi sebaik-baiknya manusia.

Hidup selalu berisi pilihan. Pilihlah hal-hal yang baik yang akan menuntun kita pada kebahagiaan dunia dan kebahagiaan akhirat. Karena hidup di dunia hanya sementara. Maksimalkan dengan perbuatan-perbuatan yang baik dan maslahat. Baik terhadap sesama maupun terhadap Alloh dengan mengaji atau mengajar Al Qur’an.

Priyo Anggoro, MM., Adalah Dosen Universitas NU Al Ghazali Cilacap.