Fokuscilacap.com, Jakarta – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir menegaskan kualitas perguruan tinggi harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan industri. Kembangkan perguruan tinggi dengan baik, kualitas perguruan tinggi harus ditingkatkan. Kalau lulusan dari perguruan tinggi tidak berkualitas, industri tiak akan menerima

Menristek Dikti mengatakan hal itu kepada wartawan usai memberikan kuliah umum “Penguatan Kualitas Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Imam Ghazali-Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (IAIIG-Unugha) Cilacap.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, Nasir mengatakan, bahwa di Cilacap terdapat industri yang cukup baik sehingga perguruan tingga seharusnya ikut berkembang terutama politeknik dan akademi komunitas. Menurutnya, perguruan tinggi tersebut harus bisa mendorong pemenuhan sumber daya yang baik.

“Kalau tidak dipenuhi sumber daya dari Cilacap, maka akan disuplai dari luar kota Cilacap. Oleh karena itu, Cilacap juga harus juga berperan untuk meningkatkan sumber dayanya melalui pendidikan tinggi, baik melalui universitas, politeknik, akademi komunitas,” ungkapnya.

Nasir mengatakan jika sumber daya manusia untuk kebutuhan industri itu bisa disuplai oleh dari daerah akan lebih bagus. Dia mencontohkan dalam pembangunan di Blok Masela, masyarakat Maluku harus lebih banyak berperan.

“Jangan sampai Blok Masela yang dibangun, masyarakat Maluku tidak bisa menikmati industri yang akan dibangun itu. Maka saya sekarang menyiapkan program studi-program studi tertentu pada universitas-universitas yang ada di Maluku,” jelasnya.

Menurut dia, hal itu juga harus dilakukan di Cilacap dengan mengembangkan universitas maupun politeknik sehingga dalam lima tahun ke depan, orang Cilacap harus bisa masuk ke industri yang ada di kota tersebut.

“Kalau enggak begitu, (disuplai) dari luar, (orang Cilacap) hanya jadi penonton. Kalau saya mengatakan, kita itu bisa mati di dalam lumbung padi, di mana lumbung padi adalah tempat makanan tapi kita tidak bisa menikmati,” ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia, perguruan tinggi harus dikembangkan dengan baik dan kualitasnya ditingkatkan. Di lampus Institut Agama Islam Imam Ghazali-Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (IAIIG-Unugha) Cilacap, Menristek Dikti melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung olahraga pesantren Al-Ihya.

Kyai Chasbulloh Badawi Ketua Dewan Masyayikh, Pengasuh pondok pesantren Al-Ihya ‘Ulumaddin mengatakan, kehadiran Menristek Dikti merupakan yang pertama dapat menghadiri undangan secara langsung, karena sebelumnya beliau selalu berhalangan hadir.

Dengan didampingi oleh Romo Kyai Cahsbulloh Badawi, Wakil Bupati Cilacap, Ketua yayasan BAKII, dan rektor UNUGHA, menteri berserta rombongan melakukan kunjungan.
Dalam sambutannya KH Nasrulloh selaku rektor menyampaikan tentang perkembangan kampus Unugha kepada Nasir dan memohon doa supaya bisa membangun kampus yang lebih besar lagi dengan kualitas yang lebih baik. (rma/fkc)