Oleh : Daya Indramayu

KAPITALISME individual yang dibungkus dg legalitas privat institusi ala Indonesia melahirkan buruh migran yang diharapkan sebagai trickle down effect.

Marginalisasi masyarakat dalam skala cukup besar sebagai fakta daftar panjang blundernya pencapaian tujuan konstitusi kesejahteraan.

Sejak zaman Revolusi Industri sampai zaman Revolusi Mental, buruh (pabrikan) sangat sulit mencapai standar layak hidup dan beradaptasi dg perkembangan zaman.

Hari ini saya ingin sampaikan, bagaimana dengan “buruh tani”? Mungkin terlalu ambisius tapi tolong pak Menaker dan Mentan didiskusikan secara tuntas.

Kebijakan pertanian tidak berpihak kepada buruh tani. Sekali lagi, program Nawacita tinggal beberapa saat lagi, jutaan buruh tani masih tetap tidak berdaya terlebih dalam tatanan globalisasi.

Momentum May Day, hendaknya mengusung isue “buruh tani” dan buruh lainnya di pedesaan, orang desa belum tahu apa makna sesungguhnya tentang May Day.

Revolusi tersembunyi dan sangat lamban sejak zaman dahulu, keseimbangan semu.
Terimakasih.

Daya Indramayu, Adalah DPD REPDEM, Jawa Tengah.