Fokuscilacap.com, Cilacap – Subama batik Cilacap yang berlokasi di jalan Betet RT 3 RW 8 Bajing Kulon – Kroya telah berdiri sejak 5 November 2013 dan langsung di launcing oleh istri dari bupati Cilacap, Tetty Suwarto Pamuji, sebagai Home Industri batik pertama.

Karya-karya tersebut merupakan hasil jerih payah pasangan perantauan yang memang berasal dari kota batik Pekalongan yang tentu saja mengalir darah – darah seni pengrajin batik, H. Lauchul Munir sebagai Direktur dan Istrinya Hj. Faidah sebagai Manager.

Batik sudah menjadi bagian hidup dari pasangan ini karena memang sudah sejak kecil dan tradisi turun temurun dari keluarga, hingga akhirnya dengan bermodal keyakinan dan kemampuan membatik mereka memutuskan untuk merantau dan memutuskan untuk menetap dan berkarya di kroya – Cilacap.

Menurut penuturan H. Lauchul Munir dan istrinya kepada fokuscilacap.com saat ditemui di lokasi usahanya, bahwa ada banyak sekali motif batik yang menjadi ciri khas batik Subama Cilacap, “diantara motif batik yang ada di Subama Batik Cilacap adalah Motif mangroev, bogem, wijaya kusuma, srandil, nusakambangan, yutuk, laptu, ngasem, suplir, bunga sepatu, kamla, biota laut, daun pepaya, teratai, ubur – ubur , daun singkong, melati. Dan kami masih terus mengembangkan motif berdasarkan improvisasi seniman batik”. Ujar pak Munir biasa ia disapa.

Ada satu yang menjadi motif andalan dari batik Subama adalah motif Wijaya Kusuma karena bunga Wijayakusuma merupakan lambang dari kabupaten Cilacap. Dalam perkembangannya subama batik sudah banyak mengikuti event – event pameran dan fashion show batik mulai dari tingkat kabupaten sampai dengan tingkat nasional, banyak juga penghargaan yang sudah di raihnya dari seluruh event yang ada. (wid/fkc)