Fokuscilacap.com, Cilacap – Curah hujan cukup tinggi yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir serta padatnya arus lalu lintas, mempercepat kerusakan jalan semakin meluas dan membahayakan pengguna jalan. Para pengguna jalan pun dihimbau untuk berhati-hati saat mengemudi. 

Hujan yang sering melanda Cilacap dan sekitarnya membuat beberapa jalanan berlubang. Para pengemudi diharapkan mengurangi kecepatan kendaraannya. Warga berharap Jalan tersebut untuk segera di perbaiki agar tidak banyak lagi pengendara yang mengalami kecelakaan di jalur itu. Lubang-lubang cukup dalam dan lebar mulai bermunculkan di sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Cilacap.

Berdasarkan pantauan Fokuscilacap.com Jumat (12/02) Jalan Tentara Pelajar Lingkar selatan Kabupaten Cilacap, mengalami rusak parah sejak dua bulan terakhir, dan pada musim hujan lubang lubang tergenang air. Jalur selatan yang merupakan penghubung antar Kota, dari arah jogja ke wangon tersebut mengalami rusak parah sejak musim hujan ini.

Pasalnya, kata Haris warga sekitar mengatakan, kerusakan jalan tersebut lebih dari 5 titik lubang dengan diameter setengah meter sangat membahayakan pengendara yang melintasi jalan daerah tersebut, baik sepeda motor ataupun mobil harus waspada. “Pengendara sepeda motor sering mengalami kecelakaan saat melewati jalur tersebut, Kecelakaan di akibatkan dari lubang  yang dalam tergenang oleh air sehingga pengendara  Sepeda Motor  tidak dapat melihat secar jelas,” ungkapnya.

Haris mengatakan, ketika hujan deras biasanya warga  disekitar jalan Tentara Pelajar Lingkar Selatan memberi tanda dengan menanam alang – alang ataupun Pohon Pisang pada lobang  yang cukup dalam. Hal itu dilakukan agar setiap pengendara yang lewat dapat menghindarinya. Kerusakan jalan cukup parah, kebanyakan terdapat di ruas jalan yang pada tahun anggaran 2015 lalu tidak dilakukan pelapisan aspal ulang. Sedangkan untuk ruas jalan yang dilakukan pengaspalan ulang dengan aspal hotmix, kondisinya masih relatif baik.

Kondisi jalan yang banyak terjadi kerusakan juga terjadi di darrah banyumas antara ruas jalan Wangon-Ajibarang, Ajibarang-Bumiayu, Rawalo-Purwokerto yang merupakan jalan nasional. Seperti di wilayah Desa Sidabowa, Kedungwringin dan Notog Kecamatan Patikraja hingga Rawalo, cukup banyak lubang jalan yang membahayakan pengendara jalan. Demikian juga di jalur antara Ajibarang-Bumiayu yang menjadi jalur utama dari Purwokerto ke Tegal, banyak terdapat ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Berkendara ketika hujan deras tiba dan malam hari, kita harus waspada terhadap lubang-lubang jalan ini. Kalau sedang hujan deras, pengendara harus hati bila hendak melintas di jalur tersebut. Harus jalan pelan-pelan agar tidak terjerembab akibat menabrak lubang,” jelas Kusworo (43), warga Desa Ajibarang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas.

Sedangkan di ruas jalan antara Wangon-Ajibarang, kerusakan jalan cukup parah terdapat di ruas jalan yang masuk wilayah Desa Jambu dan Cikakak Kecamatan Wangon. Bahkan kerusakan jalan di wilayah tersebut, kerap menimbulkan kemacetan panjang karena kendaraan berat bersumbu lebih dari dua yang melintas harus berjalan sangat pelan saat melintas di lokasi jalan rusak tersebut. “Kondisi jalan di sini (Desa Jambu) rusak sekali. Kami tidak berani melintas agak cepat, karena kalau menabrak lubang dalam as roda bisa patah,” kata Subagyo Surip, seorang pengemudi truk.
 
Menanggapi hal itu, Kepala Balai Pelaksana Teknis (BPT) Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Tengah Wilayah Cilacap, Effendy Nugroho mengakui ada beberapa titik ruas jalan di wilayahnya mengalami kerusakan. Curah hujan yang cukup tinggi dan banyaknya kendaraan berat yang melintas, menyebabkan ruas jalan yang sebelumnya dilakukan perbaikan dengan sistem tambal sulam banyak mengalami kerusakan. “Namun kami akan terus berupaya agar perbaikan bisa segera dilakukan,” katanya.

Dia menyebutkan, perbaikan atau penambalan jalan berlubang sebenarnya sudah rutin dilakukan. Namun menurutnya, dengan adanya kebijakan baru dari pemerintah, maka kegiatan rutin penambalan tidak lagi dilaksanakan langsung oleh BPT. “Kegiatan rutin seperti itu sekarang dikerjakan oleh kontraktor,” jelasnya. 

Untuk itu, terhadap kontraktor yang bekerja lambat, pihaknya akan mendesak agar kontraktor tersebut segera melakukan perbaikan. “Kami akan kejar mereka agar segera melakukan perbaikan jalan yang rusak,” tandasnya. (rhm/fkc)