Fokuscilacap.com, Nusawungu – Minggu terakhir ini, ombak besar sering menyapu bibir pantai di wilayah selatan Cilacap. Tepatnya dipantai cemara sewu desa Jetis kecamatan Nusawungu kabupaten Cilacap. Bahkan pagi hari kemarin (08/02) warga sekitar pantai jetis dikejutkan dengan ombak yang besar karena teseretnya minibus dan truk.

Dari penuturan Hendri (25) warga jetis yang menjadi saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, peristiwa itu terjadi ekitar pukul 03.00 wib satu buah mobil panther dan satu buah truk terbawa ombak pantai sampai ke tengah laut dan kejadian tersebut berlangsung cukup cepat.

“Awalnya ada sebuah mobil berplat R yg berjalan di tepi pantai sekitar jam 03.00, karna terlalu ke bibir pantai sang sopir tak menyadari ada ombak besar yang datang, alhasil mobil makin lama makin ke seret ke tengah pantai, untungnya sang sopir bisa menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga sekitar,” ungkap Hendri kepada Fokuscilacap.com di lokasi kejadian.

Menurutnya, alih-alih ingin membantu menarik mobil, namun sial bagi pemilik truk yang terjebat di pantai, bukannya bisa menarik mobil malah truk itupun ikut terseret ke tengah pantai. Warga yang tau segera menarik ke dua mobil tersebut secara ramai-ramai hingga pukul 09.00 baru mobilnya yang berhasil di tarik ke daratan sementara truknya belum berhasil di tarik. Dari kejadian tersebut tak ada korban jiwa namun kerugian ditaksir puluhan juta.

Sebelumnya, pada senin (11/1) lalu juga terungkap kejadiasn naas yang dialami dua kapal nelayan di sekitar pantai Jetis Cilacap Jawa Tengah, dikabarkan tenggelam akibat diterjang ombak besar. Aggota SAR Jetis Cilacap, Suro mengatakan sebenarnya lokasi kejadian tenggelamnya dua kapal nelayan ini, berada di zona yang dilarang untuk mencari ikan.

Karena ombak tinggi yang biasa terjadi di lokasi tersebut, namun kedua kapal ini nekad mencari ikan di lokasi ini. Dua kapal nelayan ini, masing- masing berisi dua orang. Tiba- tiba datang ombak besar, sehingga kapal tenggelam. Satu orang nelayan berhasil menyelamatkan diri, karena mempergunakan pelampung. 

Tiga lainya sampai berita ini diturunkan dinyatakan belum diketahui keberadaanya. Untuk mencari ketiga nelayan ini, SAR gabungan menerjunkan sekitar 32 personil, terdiri dari 10 personil dari SAR Jetis, Basarnas Pos Cilacap 7 personil dan SAR Elang Walet Perkasa Kabumen sebanyak 15 personil. 

Pencarian ini menurut Suro telah dilakukan dari lokasi kejadian, menuju kearah barat. Karena angin saat ini bertiup kearah barat, yang terjadi sejak beberapa hari lalu. “Informasinya ada 4 ABK, satu sudah selamat menepi, yang ketiga belum ada kejelasan. Kapal nelayan ini kejadian setengah tujuh tadi, Pencarian yang jelas dari TKP, menuju kearah barat. Kebetulan saat ini angin sedang bertiup kearah barat, saat ini angin ke barat. Biasanya lakalaut sesuia dengan arus,” kata Suro.

Ditambahkan oleh Suro pada hari Minggu (10/1) pihaknya juga melakukan pencarian terhadap dua wisatawan, yang terbawa ombak di Pantai Srowot. Satu wisatawan asal Purbalingga diketemukan dalam keadan meninggal dunia, satu lagi wisatawan asal Kebumen masih dalam pencarian. 

Sehingga pada hari ini, tim SAR gabungan menurut Suro akan melakukan pencarian terhadap empat korban ini. Saat ini tim SAR Jetis, juga sedang mendata nama nelayan yang hilang ini. (pri/drw/fkc)