Fokuscilacap.com, Cilacap – Stasiun Meteorologi Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap mengimbau warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan ekstrem pada penghujung masa pancaroba.

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan, bahwa dari pantauannya pancaroba sangat berbahaya. “Dari pantauan kami setiap tahunnya di Cilacap pada bulan Mei, ada satu hari yang terjadi hujan ekstrem (dengan curah di atas 150 milimeter dalam satu hari) pada penghujung masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan menuju kemarau,” kata Teguh, seperti dikutip Halloapakabar.com, senin (9/5).

Menurutnya, sebagian warga Cilacap menyebut hujan ekstrem itu dengan hujan penghabisan. Namun sulit untuk diprediksi kapan terjadinya hujan ekstrem di wilayah tersebut.

Ia mengimbau warga Kabupaten Cilacap yang bermukim di wilayah rawan banjir dan longsor untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya hujan ekstrem dalam beberapa pekan ke depan.

Terkait prakiraan curah hujan pada bulan Mei 2016, Teguh mengatakan berdasarkan pantauan satelit, curah hujan untuk wilayah Cilacap bagian barat diprakirakan berkisar 150-200 milimeter atau dengan kategori ringan hingga sedang.

“Sementara di wilayah kota Cilacap, utara, dan selatan masuk kategori tinggi atau 200-300 milimeter, sedangkan di wilayah timur kecenderungannya normal 150-200 milimeter,” ujarnya.

Ia memperkirakan curah hujan di wilayah pegunungan tengah Jateng seperti Purwokerto, Purbalingga, dan Banjarnegara berkisar 200-300 milimeter atau masuk kategori sedang hingga tinggi dengan kecenderungan hujan pada sore hingga malam hari.

Dia mengakui dalam beberapa hari terakhir terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akibat pengaruh daerah pusat tekanan rendah (low pressure) yang muncul di Samudra Hindia selatan Jawa.

“Dari pantauan satelit, tekanan udara di ‘low pressure’ itu mencapai 1.010 milibar namun kecenderungannya melemah,” jelasnya.

Selain itu, daerah pusat tekanan rendah tersebut juga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Oleh karena itu, peringatan dini gelombang tinggi yang sebelumnya berlaku pada tanggal 7-9 Mei 2016 diperpanjang hingga tanggal 10 Mei 2016.

“Tinggi gelombang di wilayah pantai selatan Cilacap hingga Yogyakarta berpeluang mencapai 2,5 meter dengan kecepatan angin 15 knots, sedangkan di wilayah Samudra Hindia selatan Jateng-DIY berpeluang mencapai 4 meter dengan kecepatan angin 25 knots,” tandasnya. (zul/fkc)