Fokuscilacap.com, Kesugihan – Strategi peningkatan kualitas pembelajaran dan pemenuhan sarana prasarana perguruan tinggi sebagai upaya menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi menuju world class university menjadi tema Profesor asal Jerman, Prof DR Stefan Koos .

Menjadi pemateri dalam Seminar Nasional sebagai kuliah umum bagi ratusan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (Unugha) di kawasan Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah, Universitas Riau (Unri), Rabu (17/2). Bersama pembicara lainnya Prof. Dr. Ghufron muti, M.Sc., Ph.D dari Dirjen sumberdaya ilmu pengetahuan, teknologi dan pendidikan tinggi yang diwakili Dr. Mukhlis Anshori.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, Prof. Dr. Stefan Koos menyampaikan beberapa hal terkait Unugha agar menjadi world class university diantaranya adalah Unugha harus memilki Kreativitas (kreatifitas) dan
memiliki ide makalah dan presentasi yang lebih ditekankan pada corporation’of yang sudah ada dengan menyajikan sebuah penelitian dari pada status Quo.

“Concentration (konsentrasi). Dekat dengan dengan topik yang diberikan, tidak menyimpang dari topik, manejemen waktu, dan juga tugas dari seminar. Seta Fleksibility (keluasan), karena jarus bisa beradaptasi dengan peserta, bisa memberikan informasi dan juga bisa beradaptasi dengan waktu yang diberikan atau kemampuan untuk meringkas,” ungkapnya.

Selain itu, kampus juga kata dia harus memiliki Teach to teach (mengajar untuk mengajar) dalam mengatur lokakarya dua kali dalam setahun dan peserta mempersiapkan ceramah singkat, membahas kuliah di auditorium, mengundang pembicara yang berbeda untuk seminar nasional dan internasional.

“Yang lebih penting adalah integratiin students (mengintegrasikan mahasiswa).
Bisa mengintegrasikan proyek pembelajaran ke pendidikan universitas ‘yaitu kegiatan praktis bekerjasama dengan ekonomi lokal dan organisasi sosial) dan di dalam seminar mahasiswa menyiapkan makalah dan ceramah,” jelasnya, dengan menyebutkan bahwa kampus juga harus Encouraging student activities (mendorong kegiatan mahasiswa). Dengan cara mempunyai kelompok debat seperti club bahasa Inggris.

Sementara itu, penganti Dirjen sumberdaya ilmu pengetahuan, teknologi dan pendidikan tinggi Dr. Muchlis anshori mengatakan,
pemenuhan sarana prasarana perguruan tinggi itu ada empat kriteria untuk menilai universitas.

“Pertama SDM. Terutama kualitas dosennya, minimal sekolah S2 dan idealnya S3. Kedua Management yang didalamnya¬†mampu memanajemenkan manusia atau orang-orang (man), manajemen uang (money), materi (materialisme), mesin (machine),” urainya.

Ketiga kata Muchlis, kampus juga harus lebih mengedepankan kegiatan kemahasiswaan. Seperti kegiatan yang bersifat ilmiah atau dengan penyaluran hobi seperti mengikuti perlombaan kepemilikan dan lain sebagainya. “Dan yang ke empat adalah kualitas penelitian dan publikasi ilmiah. Karena itu menjadi salah satu tolak ukur bagaimana mana kualitas universitas tersebut,” pungkasnya. (mtk/fkc)