Fokuscilacap.com, Cilacap – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Cilacap, Harun Ar-Rasyid menyatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap perlu membangun rumah evakuasi. Selain itu juga kelengkapan jalur evakuasi.

Pasalnya di dusun Kalijeruk, hampir setiap tahun langganan banjir apalagi hujan disertai petir dan angin kencang yang berlangsung lebih dari delapan jam, Kamis (28/7/2016) malam sampai Jumat (29/7/2016) pagi, di wilayah kecamatan Kawunganten, membuat sedikitnya empat desa terendam banjir.

“Wilayah paling parah terkena banjir adalah Desa Kalijeruk. Puluhan rumah terendam air sampai ketinggian 2 meter,” ungkapnya kepada Halloapakabar.com, Sabtu (30/7/2016)

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Martono mengatakan, hujan tanpa henti sedikitnya menyebabkan empat RT di desa Kalijeruk yang dihuni 217 KK sebagian diantaranya mesti dievakuasi, 72 diantaranya adalah balita.

Desa tersebut merupakan area di pinggir sungai Ciberem yang meluap karena curah hujan tinggi dan tidak mampu menampung air kiriman dari dataran tinggi. “Tak ada korban jiwa,” kata Martono.

Proses evakuasi warga terdampak banjir sampai saat ini sedang berjalan. BPBD mengintensifkan pemantauan karena hujan diperkirakan masih akan berlangsung. Pasalnya, BMKG Cilacap menyatakan potensi curah hujan akan tetap tinggi.

Kini BPBD telah membuat tiga sektor evakuasi yakni di balai desa, gedung sekolah dan masjid. “Saat ini ada 100 orang lebih yang sudah dievakuasi. Kami mengutamakan kelompik rentan dahulu, yakni balita, ibu hamil dan manula,” jelasnya.

Warga RT6 RW III Desa Kalijeruk, Hadi Suprapto mengatakan imbas banjir terparah di desa Kalijeruk yakni di dusun Tegalanyar dengan ketinggian sampai dua meter. Sedang di dusun Jatireja ketinggian air sampai 1 meter. (pri/fkc)