Fokuscilacap.com, Semarang – Ada kejadian menarik saat beberapa utusan calon pasangan bupati dan wakil bupati dari masing-masing daerah yang akan berlaga pada Pilkada Serentak 2017 menghadiri agenda penerimaan surat rekomendasi dari DPD Jateng Golkar, Senin (12/9/2016).

Rekomendasi partai Golkar untuk petahana ditunda secara mendadak. Padahal malam itu pengurus DPD Golkar Cilacap sudah siap menjemput rekom untuk petahana, yaitu pasangan Tatto – Syamsul. Bahkan malam itu, Syamsul pun nampak terlihat percaya diri hadir di tengah-tengah tamu undangan yang sama-sama menjemput rekomendasi.

Ada 7 kabupaten kota di provinsi Jawa tengah dan 3 kabupaten dari daerah istimewa jogyakarta. Total yang akan menerima rekomendasi malam itu berjumlah 10 kabupaten/kota. Rekomendasi diserahkan oleh Nusron Wahid mewakili DPP Golkar Bidan Pemenangan Pemilu. Akan tetapi, tiba pada saat ingin menyerahkan rekom untuk Cilacap, Nusron Wahid mengumumkan penundaan rekomendasi tersebut. Karena masih harus dilakukan kajian untuk rekomendasi Cilacap. Padahal sudah jelas-jelas pengurus DPD Golkar Cilacap diundang untuk menjemput rekom.

“Untuk 2 Kabupaten ditunda sampai batas waktu yg ditentukan yaitu Kabupaten Cilacap dengan kabupaten Batang,” kata Nusron.

Mengenai alasan penundaan rekom tersebut ketika tim Fokuscilacap.com menemui salah satu pengurus DPD Golkar Jateng yang enggan disebutkan namanya di media, menerangkan bahwa “Untuk Cilacap rekom ditunda karena calon wakil bupati tidak dari kader Golkar, padahal Golkar partai pemenang pemilu nomor 2 di Cilacap”.

Dengan fenomena ini, bisa terjadi perubahan rekomendasi calon bupati/wakil bupati. Padahal rumor sebelumnya akan diberikan kepada petahana. Artinya, penundaan rekom Golkar adalah skenario penolakan secara halus Golkar terhadap incumbent dan memungkinkan ada calon lain yang akan merubah peta koalisi pada Pilkada Cilacap 2017. (rhm/fkc)