Fokuscilacap.com, Banjar – Proses relokasi atau pemindahan pedagang Pasar Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, berjalan lancar. Namun demikian, hingga Rabu 27 April 2016 masih ada pedagang yang tidak mendapatkan tempat atau lapak.

Paguyuban Pedagang Pasar Langensari (P3L) Tono mengakui masih ada pedagang yang belum mendapatkan lapak. Dari sekira 500 pedagang yang memiliki kios termasuk PKL, ada 15 persen yang belum mendapatkan tempat. Seluruh pedagang, juga sepenuhnya mendukung pembangunan pasar baru.

“Masih ada sekitar 15 persen yang belum mendapat tempat. Mereka yang belum mendapat lapak, pada saat pendataan yang bersangkutan tidak berjualan. Kami juga sedang melakukan pendataan ulang, sehingga semua pedagang mendapat tempat yang memadai,” tuturnya, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Dia mengungkapkan, sistem pengundian dibagi lima kelompok pedagang sesuai dengan barang dagangannya. Yakni A , pedagang pakaian. B, pedagang sayuran. C untuk pedagang kelontongan, D, yaitu pedagang makanan atau kuliner serta E pedagang kaki lima (PKL).

Tono mengungkapkan, bahwa pasar Langensari atau juga dikenal dengan Pasar Muktisari, merupakan pasar tradisional yang lokasinya paling dekat dengan wilayah perbatasan antara provinsi Jawa barat dengan kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Hingga saat ini pedagang hanya menggelar dagangan atau berjualan pada hari Senin, Rabu dan Sabtu.

“Tidak buka setiap hari. Pada saat Pasar Langensari libur, pedagang beralih berjualan ke pasar desa lain yang buka pada hari Selasa , Kamis dan Minggu. Istilahnya buka hari pasaran saja,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Ciptakarya, Dinas Ciptakarya Kebersihan Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (DCKTLH) Kota Banjar David Abdillah selaku tim teknis tidak dapat dihubungi. Beberapa kali dihubungi tidak tersambung. Sebelumnya mengungkapkan proyek pembangunan Pasar Langensari senilai Rp 15 miliar. (fid/fkc)