Fokuscilacap.com, Cilacap – Mungkin dia tidak begitu terkenal. Tapi hacker yang masih muda ini dikenal negara maju, ia bernama Hamza bin Dlaj, dia tertangkap, dan dijatuhi hukuman mati. Kenapa dia dijatuhi hukuman mati dan dia tersenyum sewaktu di tangkap. Berikut kisahnya.

Hamza bin Dlaj adalah hacker yang paling dicari negara yahudi, Israel. Karena aksi-aksinya sering merepotkan negara paling kuat di muka bumi ini. Pengadilan internasional akhirnya menjatuhkan hukuman mati Hamza bin Dlaj. Salah satu Hacker yang sangat berbahaya di seluruh dunia, Hamza bin Dlaj yang ditangkap pada tahun 2013 di tempat persembunyiannya di Thailand.

Seperti diberitakan Today’s Opinion (raialyoum), Pada Jumat (21/8/2015), Dlaj sangat terkenal dengan senyuman santainya saat ditangkap interpol.

Hamza bin Dlaj diketahui telah membobol 217 Bank dan meraup uang sebanyak us$3.5 miliar atau senilai 21 trilliun angka yang fantastis. Uang sebanyak itu ia bagi-bagikan ke negara palestina dan ke beberapa negara miskin lainnya. Karena Hamza merasa, negara maju sudah tidak adil terhadap negara-negara miskin. Negara miskin hanya dieksploitasi dan dijajah seperti Palestina.

Hebatnya lagi Hamza bin Dlaj, bisa menguasai beberapa situs Mossadnya Israel, Dlaj mengungkap beberapa rahasia penting dan dibocorkan kepada pihak perlawanan Palestina.

Keberhasilannya ini memaksa Israel merekrutnya untuk bekerja dalam salah satu lembaga keamanan Israel. Namun Dlaj menolak mentah-mentah. Hingga banyak tawaran untuk bertekuk lutut pada pemerintahan Yahudi tersebut. Tapi Dlaj tetap menolak dan lebih senang dihukum mati karena aksinya selama ini membantu negara-negara miskin yang tak berdaya.

“Menurut saya Dlaj adalah sosok yang bukan hanya Robinhood, tapi dia telah memperlihatkan bahwa ilmu dan keyakinannya tidak bisa dibeli oleh siapapun, baginya menjadi syahid adalah pilihannya daripada harus direkrut untuk menjadi bagian dari negara Yahudi, Israel. Pemuda seperti Dlaj harus menjadi inspirasi bagi pemuda sekarang, bahwa idealisme itu penting dan memperjuangkan keyakinan juga salah satu bagian dari jihad untuk memerangi kemiskinan dan penjajahan di muka bumi,” ujar Priyo Anggoro, dosen UNUGHA Cilacap. (pri/fkc)