Fokuscilacap.com, Cilacap – Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap memastikan tidak ada kenaikan tarif angkutan umum selama Lebaran 1438 Hijriyah. Hal ini sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor SK.2462/PR.301/DRJD/2015 bagi angkutan umum AKAP, dan Surat Edaran Menteri Perhubungan RI Nomor SE 13 Tahun 2015 tanggal 31 Maret 2015 bagi angkutan AKDP.

Seperti di informasikan dari website resmi milik pemda kabupaten Cilacap, Kepala Dishub Cilacap, Tulus Wibowo menjelaskan, kenaikan tarif angkutan selama masa lebaran telah diatur oleh Kementerian Perhubungan, melalui penetapan tarif bawah dan tarif atas.

“Tahun ini tidak ada kenaikan tarif angkutan umum yang ada hanya memaksimalkan batas atas tarif. Regulasinya masih mengacu Keputusan Dirjen Perhubungan Darat dan Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2015”, katanya.

Tarif dasar batas atas untuk angkutan penumpang AKDP sebesar Rp 160 per penumpang per kilometer, dan tarif batas bawah sebesar Rp 98 per penumpang per kilometer. Adapun perhitungan akhir tarif angkutan tersebut ditambah iuran wajib dana kecelakaan penumpang, dibulatkan ke atas sampaai kelipatan Rp 100.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 2 Tahun 2016, tentang Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah, Angkutan Penumpang AKDP Kelas Ekonomi dengan Bus Umum di Provinsi Jawa Tengah.

“Sedangkan dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2015, tarif angkutan umum kelas ekonomi AKDP, angkutan perkotaan, angkutan perdesaan, serta angkutan penyeberangan lintas antar kabupatn kota dalam provinsi, tidak mengalami perubahan”, tambahnya.

Menurut Tulus, pentapan tarif dasar batas bawah dan atas menunjukkan bahwa pemerintah telah memberikan peluang bagi pengusaha angkutan, untuk mendapat keuntungan pada momentum ini. Oleh karena itu apabila ada awak angkutan umum yang menaikkaan tarif, masyarakat diminta melaporkannya kepada petugas Dinas Perhubungan terdekat.

Dishub Cilacap sendiri akan mensiagakan 84 personil, dengan 12 personil diantaranya disiagakan di Posko Dermaga, 4 personil petugas mobiling, dan 53 personil siaga di Posko Terminal. (gus/fkc)