Fokuscilacap.com, Kesugihan – Bumi hijau, udara dan air bersih adalah cita-cita bersama. Karena itu untuk mempercepat transisi ke dunia yang lebih bersih kita perlu mengubah pola tata cara hidup, menjadi perilaku yang ramah lingkungan. 

Tepat hari ini, Jumat (22/4), penghuni planet ini mempringati Hari Bumi sedunia setiap 22 April tiap tahunnya. Banyak masyarkat diberbagai wilayah yang membuat aksi peduli lingkungan ini diantaranya, dengan menanam pohon, menghemat pemakaian air bersih, mengirit energi listrik dan lainnya.

Namun, tak hanya dengan melakukan aksi. Pantauan Halloapakabar.com di Kampus Universitas Islam Nahdatul Ulama Al Ghojali dan Institut Agama Islam Al Ghojali (Unugha-IAIIG) yang di motori Kelompok Mahasiswa Pecinta Alam Imam Ghozali (KMPA Ighopala) terlihat sibuk memperingatinya atas kepedulian mereka terhadap lingkungan dan bumi.

KMPA Ighopala menggelar aksi satu hari tanpa asap serta menanan bibit pohon di area kampus IAIIG. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa IAIIG. Atas kegiatan tersebut Wakil Purek III IAIIG Shoiman Nawawi berhasil melakukan kerjasama dengan PT. Holcim Indonesia yang berada di Cilacap.

Deni selaku jubir PT. Holcim Indonesia yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut mengaharapkan dengan hari bumi tahun 2016, dapat menyadarkan seluruh elemen masyarskat bahwa pentingnya merawat bumi pertiwi.

Dalam kesempatan itu, Deni mengingatkan bahwa program ke depan salah satunya adalah menambah ruang terbuka hijau (RTH) yang merupakan salah satu upaya konservasi penyelamatan lingkungan atau Bumi. “Luas RTH saat ini adalah 19 persen. Sesuai ketentuan idealnya adalah 30 persen. Ini yang akan kita capai sebagai salah satu bentuk pembangunan di Cilacap yang berwawasan lingkungan,” kata Deni di Kampus Unugha-IAIG, Kedugihan Jumat (22/4)

Ia mengatakan aksi penanaman pohon dalam peringatan Hari Bumi yang di laksabakan Ighopala, merupakan salah satu upaya untuk menambah RTH di Kabupaten Cilacap. “Kegiatan ini bukan sekadar merayakan Hari Bumi Sedunia. Namun, harus ditanamkan dalam diri masing-masing bahwa menanam pohon itu juga merupakan perintah agama,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Purek III IAIIG Shoiman Nawawi mengatakan, kampus IAIIG -Unugha akan terus mengembangkan ruang terbuka hijau (RTH) hingga mencapai luasan ideal atau bahkan lebih. RTH, akan dapat dinikmati masyarakat umum, bukan hanya saat ini tetapi juga untuk masa yang akan datang.

Shoiman menjelaskan, RTH yang lebih bersifat terbuka, merupakan tempat tumbuh tanaman baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. Secara sosial, kata dia, RTH dapat juga menjadi tempat berinteraksi mahasiswa di kampus.

Sedangkan Mahasiswa IAIIG -Unugha yang tergabung dalam Ighopala berjanji akan menjaga semua kehidupan hayati dan pepohonan yang tumbuh. Secara otomatis mendukung apa yang sudah menjadi program Kampus IAIIG -Unugha dan PT. Holcim Indonesia.
Menurutnya, semua pohon yang ditanam akan tetap dijaga, sehingga lingkungan Kampus yang luasnya mencapai 1 hektar lebih menjadi lebih nyaman, indah, dan asri.

Jenis pohon yang ditanam dalam peringatan Hari Bumi Sedunia ini adalah pohon matoa, pohon salam, pohon buni, pohon trembesi, pohon dadap, pohon kecapi, pohon dukuh, pohon kokosan, pohon mangga kweni, pohon manggis, pohon kenari, pohon menteng, serta juga pohon belimbing. Keberadaan pohon ini untuk menjaga ekosistem kita tetap seimbang. (yan/fkc)