Fokuscilacap.com, Semarang – Putra Mustasyar PB NU, KH. Chasbulloh Basawi, Gus Fikri serius maju dalam perhelatan Pilkada Cilacap 2017. Gus Fikri telah resmi mengembalikan formulir pendaftaran penjaringan untuk wakil Bupati Cilacap yang akan di usung oleh Partai Kebangkitan Bangsa 2017 mendatang.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, Gus Fikri tiba di Kantor DPW Partai Kebangkitan Bangsa di Semarang kemarin Minggu (1/5) sekitar pukul 11.30 WIB dan di terima oleh staf DPW PKB Jawa Tengah, Gus Badawi.

Menurut Gus Badawi, setelah menerima berkas pendaftaran dari para bakal calon, DPW PKB akan melanjutkan proses penjaringan ke tahapan selanjutnya, yakni penyampaian visi dan misi yang dijadwalkan akhir pekan mendatang.

Langkah Gus Fikri untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Cilacap semakin mantap. Setelah sebelumnya mendapat rekomendasi dari Ketua PBNU, KH. Marsudi Syuhud di Jakarta. Kini dinamika pencalonan kandidat dari PKB juga semakin menarik jelang pilkada 2017 mendatang.

Putra Mustasyar PB NU, KH. Chasbulloh Basawi ini, terus bergerilya mencari dukungan para sesepuh NU untuk menunjukan bukti keseriusannya maju sebagai Wakil Bupati dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Cilacap. Setelah sehari sebelumnya Gus Fikri mengambil formulir pendaftaran sebagai Wakil Bupati di DPW PKB Jawa Tengah.

KH. Marsudi Syuhud yang biasa dipanggil Kyai Marsudi saat berbincang santai dengan Gus Fikri mengatakan, bahwa keberanian Gus Fikri maju sebagai kandidat untuk bertarung di pilkada Cilacap. Adalah bentuk adanya kepedulian anak muda dalam membenahi daerahnya. Kemaun keras Gus Fikri harus didukung oleh semua kalangan. “Kalau kamu mau serius merubah Cilacap menjadi semakin baik, kamu harus terus maju” ungkap Marsudi memberi semangat kepada Gus Fikri saat sowan di Kediamanya, Minggu (24/4)

Meski di ketahui dari PKB bursa kandidat Wakil Bupati, muncul beberapa nama yang mendapat dukungan dari beberapa Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang (PC). Kyai Marsudi  juga siap menjalin komunikasi dengan berbagai PW dan PC untuk mendukung Gus Fikri. Karena dalam pandangannya, sampai saat ini, Gus Fikri masih menunjukkan konsistensi tinggi untuk mengabdi secara ikhlas di PKB Cilacap.

“Dia tidak terjun di politik praktis, namun memiliki jaringan tingkat tinggi di antara petinggi parpol dan pemuda lintas kelompok. Hal ini menunjukkan, dia mampu melakukan komunikasi politik yang baik, di antara elite dan kader,” ujarnya.

Meski dikenal sebagai tokoh di balik layar perpolitikan di Cilacap, Gus Fikri dinilainya banyak mendidik kader-kader pesantren dan lintas organisasi untuk memperkuat ideologi, pergerakan dan manajemen politik. Di tengah tingginya animo pemuda Nahdliyin untuk berpolitik di lintas partai politik, kehadiran Gus Fikri sebagai tokoh yang dekat dengan semua kelompok menjadi strategis.

“Dengan demikian, PKB Cilacap pada akhirnya diharapkan benar-benar menjadi rumah besar para pemuda di Cilacap khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya. Juga sesuai dengan misi NU yang mengusung Islam Nusantara dan Hari Santri,” terangnya.

Karakter Gus Fikri pun dinilai sangat empati, bukan pemimpin arogan. Kendati lahir dari trah keluarga Nahdlatul Ulama (NU), dinilainya mampu membangun empati sesama kader NU se-Indonesia.  “Kalau Anda bertemu dengan dia, Anda tidak akan tahu bahwa sebenarnya Gus Fikri itu putra KH. Chasbulloh Basawi. Orangnya tidak sok elite dan membawa label Gus, sebagaimana putra maupun cucu kiai besar. Ini sosok peminpin yang kami harapkan mampu merekatkan semua pihak,” jelasnya.

Bahkan KH. Marsudi Syuhud juga menyampaikan apresiasi yang tinggi. Baginya, dedikasi yang telah ditunjukkan oleh Gus Fikri, merupakan indikator yang sangat penting untuk melihat konsistensi dalam mengabdi dan berjuang untuk organisasi di NU.

Usai bertemu dengan KH. Marsudi Syuhud, Gus Fikri tambah semangat. KarenaK H. Marsudi Syuhud selalu merespon setisp ungkapannya.  “Saya juga siap merespon semua restu dari kyai Marsudi, karena dalam tubuh NU restu kyai sangat penting apalagi ini sekelas ketua PBNU yang memberi saya rekomendasi” ujar Gus Fikri. (pri/fkc)