Fokuscilacap.com, Kroya – Danramil 03/Kroya, Kodim 0703/Cilacap, Kapten Inf Ngadisan berikan materi Bela Negara dalam acara seminar Harkitnas yang diikuti oleh 522 SISWA dan guru bertempat di aula SMAN 1 Kroya, Selasa (23/5/2017)

Dalam seminar ini, Danramil 03/Kroya, Kapten Inf. Ngadisan memberikan paparan tentang Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN).

“Dalam kehidupan sehari – hari dilingkungan sekolah tentunya kita sering mendengar kata” Cinta tanah air ,” Cinta tanah air merupakan perwujudan rasa bangga akan tanah airnya, rela berkorban untuk bangsa dan negaranya, dan menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsanya,” ungkap Ngadisan.

Menurut Ngadisan, rasa cinta tanah air dan bangsa yang terangkum dalam semangat patriotisme harus selalu tertanam dalam setiap sanubari rakyat Indonesia.
“Apalagi, akhir-akhir ini rasa nasionalisme tersebut kian dirasakan tidak sekuat dahulu. Untuk itu perlu digalakan kembali semangat kebangsaan ini. Semangat inilah yang ingin juga ditumbuh kembangkan demi menciptakan generasi muda yang sangat mencintai tanah tumpah darahnya.” tambahnya.

Selain itu, Kesadaran bela negara sangatlah perlu untuk selalu ditumbuh kembangkan demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila, dan UUD 1945. Apresiasi terhadap Pancasila sebagai Ideologi negara yang lahir dari ide-ide bangsa yang mengundang nilai-nilai hakiki semakin terkikis oleh ideologi asing dan dianggap sebagai formalitas belaka.

“Maka dengan hal tersebut, Saya menegaskan, bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam pembelaan negara, oleh karenanya bela negara bukan semata tugas TNI dan Polri tapi merupakan menjadi tugas kita semua WNI, baik itu Pelajar, Petani, Buruh,Pedagang dan masyarakat lainnya, yang jelas semua WNI berkewajiban untuk membela NKRI.” Terang Danramil Kroya ini.

Lanjut Danramil, doktrin pertahanan negara RI tetap menganut Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata). Hal ini sesuai dengan UUD 1945 dimana dalam pasal 30 ayat 2 disebutkan,
“Usaha pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh TNI Polri sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung.” tambahnya.

Esensi bela negara disini terwujud dalam beberapa hal antara lain, kecintaan tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan akan Pancasila sebagai idiologi negara serta kerelaan berkorban untuk negara dan bangsa.

Ditegaskan Ngadisan, bahwa dalam pendidikan kewarganegaraan tercakup tentang pemahaman kesadaran bela negara, rasa kebangsaan dan cinta tanah air yang merupakan jabaran nilai-nilai Pancasila dan harus ditransferkan kepada para remaja, dalam hal ini siswa – siswi sekolah sebagai calon pemimpin bangsa dan negara dimasa depan.

Diakhir pemberian materi, Ngadisan berpesan kepada seluruh siswa-siswi SMAN 1 Kroya yang mengikuti seminar Harkitnas, apa yang telah dibahas dalam seminar supaya dapat diimplementasikan di lingkungan masyarakat “Contoh kecil saja sebagi anak sekolah harus bersikap dan berkepribadian yang sopan dan santun baik dalam berpakaian maupaun berbicara. Jangan suka bertawuran dan selalu menggunakan helm saat berkendara.” Pesannya.

Diharapkan setelah siswa mengikuti seminar ini,nantinya sikap dan moral generasi muda yang saat ini mulai merosot, rasa cinta terhadap tanah airnya mulai memudar yang mengakibatkan banyak pemuda yang lebih suka mengikuti budaya asing ketimbang budaya bangsa sendiri, pergaulan dan sex bebas serta penggunaan narkoba, yang semua itu dapat menghancurkan para generasi penerus bangsa tentunya.

“Maka dengan seminar ini, nantunya dapat mencetak dan menghasilkan generasi yang kita harapkan sebagai penerus dan siap untuk menjadi pemimpin bangsa yang kita cintai ini,” pungkas Ngadisan. (ags/fkc)