Fokuscilacap.com, Jakarta – Direktur Pengolahan Pertamina Rahmad Hardadi menuturkan, desain proyek pengembangan Kilang Cilacap ditargetkan rampung dalam Sembilan bulan ke depan, agar bisa dilanjutkan dengan proses konstruksi yang ditargetkan mulai pada Oktober 2018.

Rahmad menyebutkan, pengembangan Kilang Cilacap ditargetkan tuntas dan beroperasi pada 2022. Pertamina menargetkan kapasitas kilang pengolahan minyak meningkat menjadi 1.610.000 bph pada 2025 melalui RDMP lima kilang utama, yakni Kilang Plaju, Dumai, Cilacap, Balikpapan serta kilang Balongan.

Seperti dikutip Halloapakabar.com, saat ini, kebutuhan BBM nasional adalah 1.578.000 bph, sementara kapasitas kilang saat ini hanya mampu memproduksi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 850.000 bph. Defisit pasokan BBM inilah yang kemudian dipenuhi dari impor.

Rahmad menegaskan, proyek pengembangan yang dilakukan akan menambah kapasitas produksi Kilang Cilacap hingga 370 ribu barel per hari (bph), dari kapasitas saat ini sebesar 300 ribu bph. Selain itu, kompleksitas produksi kilang juga akan semakin meningkat dan menghasilkan produk BBM dengan standar Euro 5.

Menurut Rachmad, tahapan saat ini merupakan kemajuan yang signifikan. Untuk melakukan proyek sebesar ini keberadaan mitra strategis dengan kemampuan teknik dan finansial yang mumpuni sangat diperlukan.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, implementasi pengembangan Kilang Cilacap semakin jelas dan akan membuat kilang tersebut menjadi salah satu yang terbaik di Asia. Saudi Aramco sangat mengapresiasi keputusan Pertamina dijadikan sebagai partner Pertamina karena potensi dari kerja sama ini cukup baik bagi kedua belah pihak. (mrt/fkc)