Fokuscilacap.com, Cilacap – Bertempat di Aula Diklat Praja Kabupaten Cilacap, Institut Agama Islam Imam Ghazali (IAIIG) Cilacap pada Sabtu (31/12/2016) mewisuda sarjana strata 1 (S1). Wisuda Sarjana kali ini adalah yang ke 24 untuk jenjang S1 dari semua fakultas.

Masa studi rata-rata lulusan kali ini adalah 4 tahun 3 bulan. Sedangkan waktu studi tersingkat diraih oleh Mar’atus Solichah dari program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah yang berhasil lulus dalam waktu 4 tahun 2 bulan.

Menurut ketua panitia wisuda, Nani Kurniasih, wisuda kali ini IAIIG telah mewisuda mahasiswa sebanyak 69 orang. Sarjana strata 1 nilai IPK rata-rata untuk wisuda kali ini adalah 3,36.

“Sedangkan untuk masing-masing program studi yang terbaik adalah Mami Kurniati podi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dengan IPK3,58, Jamilatul Khayati prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dengan IPK 3,49, Maratus Solichah prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dengan IPK 3, 63, dan yang terakhir adalah Muchtarom dari prodi Ahwal Alsahsiyah Fakultas Syar’ah yang memperoleh IPK 3,47 yang sekaligus sebagai peraih IPK tertinggi Institut,” ungkapnya kepada Fokuscilacap.com.

Rektor IAIIG Cilacap KH. Drs. Nasrullah, M.H menyampaikan pesan kepada para wisudawan Alumni IAIIG harus meneladani Imam Ghazali, Imam Ghazali pernah berkata. Setiap orang akan hancur kecuali yang berilmu, orang yang berilmu akan hancur kecuali orang yang mau mengamalkan ilmunya, dan setiap orang yang mengamalkan ilmunya akan hancur kecuali orang yang ikhlas mengamalkannya, Al Ghazali tetap memakai parameter Akhlaq untuk menilai seseorang, tidak hanya pintar tapi juga benar dan ikhlas.

Sementara itu perwakilan wisudawan, Jamilah Al Hayati mengucapkan terimakasihnya kepada orang tua dan segenap dosen dan civitas akademika IAIIG yang sudah membimbingnya hingga mencapai puncak Strata satu di IAIIG. “Perjalanan ini sebagai awal kami melangkah untuk mewujudkan pengamalan ilmu yang kami dapatkan,” ungkapnya.

Untuk format penetapan gelar kepada wisudawan dan wisudawati kali ini menggunakan format terbaru yang diputuskan oleh Kementrian Agama pusat, yaitu penghapusan gelar Islam dalam semua sarjana. Program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam akan di anugrahi gelar S.Sos (Sarjana Sosial), Ahwal Assahsiyah S.H (Sarjana Hukum), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Pendidikan Agama Islam dengan gelar S.Pd (Sarjana Pendidikan).

“Untuk gelar sekarang tidak ada Islam dibelakangnya, hal ini tentu mengacu pada surat edaran dari Kementrian Agama pusat,” ujarnya.

Sekretaris Kopertais Jateng, Muhamad Hasyim dalam sambutannya mengatakan bahwa wisudawan tidak harus berbangga bila hanya bermental PNS atau karyawan swasta.

“Mental PNS itu adalah mental inlander yang sudah tertanam sejak lama pada masa penjajahan. Justru saya berharap lulusan IAIIG mau membuka lapangan-lapangan kerja baru yang mampu menggerakkan sektor wirausaha di negeri ini, dan menjauhi mental buruh atau mental kuli,” jelasnya. (pri/fkc)